Tentara Ukraina kepung Slavyansk, rakyat sipil dilarang pergi

Rabu, 07 Mei 2014 - 16:48 WIB
Tentara Ukraina kepung...
Tentara Ukraina kepung Slavyansk, rakyat sipil dilarang pergi
A A A
Sindonews.com – Tentara Ukraina mengepung Kota Slavyansk, Ukraina timur yang jadi basis massa separatis pro-Rusia, pada Rabu (7/5/2014). Dalam pengepungan yang diwarnai aksi penembakan itu, setiap warga sipil dilarang pergi dari kota itu.

Bentrokan antara tentara Ukraina dengan massa pro-Rusia sempat pecah ketika tentara Ukraina ingin merebut pos pemeriksaan dan gedung menara televisi dari tangan massa pro-Rusia. Kantor berita Interfax melaporkan, bahwa tentara Ukraina juga menangkap beberapa orang dari kubu pro-Rusia atau anti-Kiev.

Komandan operasi tentara Kiev, Dmitry Tymchuk, mengatakan ada upaya untuk menerobos blokade yang dibangun massa separatis pro-Rusia pada pagi tadi. Namun, upaya itu masih gagal. Hingga kini belum ada laporan kemungkinan jatuhnya korban jiwa dalam pengepungan dan bentrokan di Kota Slavyansk.

Media setempat melaporkan, setidaknya dua ledakan terdengar di pinggiran Kota Slavyansk. Beberapa warga setempat mulai ketakutan, ketika para tentara Kiev mulai memasuki perbatasan kota.

”Kota ini dikepung, dan warga sipil tidak diperbolehkan untuk pergi,” kata seorang wakil dari pasukan pertahanan diri pro-Rusia kepada Itar - Tass.

“Baru-baru ini, sebuah keluarga di mana ada anak mudanya yang mencoba untuk meninggalkan kota dengan mobil. Akibatnya, (pasukan) Ukraina mencegat dan menewaskan dua orang di dalam mobil itu,” lanjut pimpinan pasukan lokal pro-Rusia yang menola diidentifikasi dengan alasan keamanan itu.

Kelompok lokal pro-Rusia curiga, tentara yang beroperasi di Slanyansk bukan hanya pasukan Ukraina saja, tapi juga kelompok bersenjata sayap kanan pro-Kiev. Kecurigaan mereka salah satunya dari pita hitam yang dikenakan di seragam.”Tapi sejauh ini kami tidak memiliki bukti konkret,” ujar seorang sumber di Kota Slavyansk.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
35 menit yang lalu
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
1 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
5 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
6 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
7 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved