Ukraina timur ingin merdeka, Amerika gerah

Rabu, 07 Mei 2014 - 08:57 WIB
Ukraina timur ingin...
Ukraina timur ingin merdeka, Amerika gerah
A A A
Sindonews.com – Dua wilayah di Ukraina timur, yakni Donetsk dan Luhansk menyiapkan referendum kemerdekaan atau pisah dari Ukraina. Referendum itu rencananya akan digelar 11 Mei 2014 nanti.

Rencana referendum kemeredekaan itu membuat Amerika Serikat (AS) yang komitmen mendukung Ukraina, gerah. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menolak upaya referendum dan menyebutnya sebagai rekayasa palsu dari kelompok pro-Rusia.

Kerry kembali menyalahkan Moskow atas rencana referendum kemerdekaan Ukraina timur itu. Dia memperingatkan, bahwa Washington bisa menjatuhkan sanksi yang lebih menyakitkan kepada Moskow atas upaya memecah belah Ukraina itu.

Menurutnya, rencana referendum yang palsu dan rekayasa itu hanya untuk menganggu pemilu presiden di Ukraina yang akan digelar 25 Mei 2014. Pemilu itu untuk memilih presiden baru Ukraina untuk menggantikan Viktor Yanukovych (sekutu Rusia) yang digulingkan beberapa waktu lalu. Jabatan presiden Ukraina untuk sementara dipegang Oleksandr Turchynov hingga presiden baru Ukraina terpilih.

Kerry menganggap referendum kemerdekaan dua wilayah Ukraina timur itu meniru langkah Crimea, wilayah Ukraina yang dianeksasi Rusia. “Kami juga sangat prihatin tentang upaya kelompok separatis pro –Rusia di Donetsk dan Luhansk yang mengatur dan membuat referendum kemerdekaan palsu pada 11 Mei 2014,” kata Kerry, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/5/2014).

”Kami dengan tegas menolak upaya ilegal ini untuk memecah belah Ukraina lebih lanjut. Ini benar-benar mengulang apa yang terjadi dengan Crimea, dan tidak ada bangsa yang beradab yang mengakui hasil referendum palsu seperti itu,” imbuh Kerry.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
2 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
5 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
6 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
7 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
8 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
9 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved