Klaim tak provokasi Rusia, pasukan NATO akan siaga permanen
Rabu, 07 Mei 2014 - 08:33 WIB
Klaim tak provokasi Rusia, pasukan NATO akan siaga permanen
A
A
A
Sindonews.com – Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO mulai mempertimbangkan untuk menempatkan pasukan tempurnya secara permanen di Eropa Timur. NATO mengklaim hal itu bukan untuk memprovokasi Rusia yang terus bersitegang dengan Ukraina.
Saat ini NATO telah menyiagakan pasukan tempurnya, baik angkatan darat maupun angkatan laut di negara-negara Baltik, Polandia dan Rumania.
Komandan militer NATO, Jenderal Philip Breedlove, mengatakan penempatan pasukan tempur NATO secara permanen di Eropa Timur harus dipertimbangkan. ”Saya pikir ini adalah sesuatu yang kita harus dipertimbangkan, dan kami akan berdiskusi dengan pemimpin bangsa kita untuk hal itu,” katanya, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/5/2014).
Gagasan itu, ujar dia, akan dibahas bersama antara komandan NATO, para menteri luar negeri dan para menteri pertahanan dari negara-negara NATO. ”Kita perlu melihat respon negara kita, kesiapan kita dan posisi kekuatan kita untuk dapat mengatasi pardigma baru tentang Crimea dan sekarang masalah di perbatasan Ukraina timur,” lanjut dia.
Breedlove tidak berpikir bahwa Rusia akan mengirimkan pasukan tempurnya di Ukraina timur, namun bisa saja menguasai wilayah itu. ”Kami mengambil langkah-langkah yang sangat mudah dilihat sebagai tindakan defensive. Ini tentang cara bagaimana meyakinkan sekutu kami. Kami tidak memprovokasi Rusia, dan kita bisa berkomunikasi pada setiap tahap,” imbuh dia. (Baca: NATO: Rusia bisa kuasai Ukraina timur tanpa invasi)
Semntara itu, pihak Rusia dan Ukraina kembali saling menyalahkan atas kekacauan di Ukraina timur. Kiev menuduh Rusia melaui agen atau pasukan khusus telah beroperasi di Ukraina timur mendukung kelompok separatis lokal.
Sebaliknya, Rusia menuduh Ukraina bertindak fasis dengan membunuh rakyatnya sendiri. Moskow bahkan membandingkan tindakan Kiev seperti yang dilakukan rezim Nazi.
Saat ini NATO telah menyiagakan pasukan tempurnya, baik angkatan darat maupun angkatan laut di negara-negara Baltik, Polandia dan Rumania.
Komandan militer NATO, Jenderal Philip Breedlove, mengatakan penempatan pasukan tempur NATO secara permanen di Eropa Timur harus dipertimbangkan. ”Saya pikir ini adalah sesuatu yang kita harus dipertimbangkan, dan kami akan berdiskusi dengan pemimpin bangsa kita untuk hal itu,” katanya, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/5/2014).
Gagasan itu, ujar dia, akan dibahas bersama antara komandan NATO, para menteri luar negeri dan para menteri pertahanan dari negara-negara NATO. ”Kita perlu melihat respon negara kita, kesiapan kita dan posisi kekuatan kita untuk dapat mengatasi pardigma baru tentang Crimea dan sekarang masalah di perbatasan Ukraina timur,” lanjut dia.
Breedlove tidak berpikir bahwa Rusia akan mengirimkan pasukan tempurnya di Ukraina timur, namun bisa saja menguasai wilayah itu. ”Kami mengambil langkah-langkah yang sangat mudah dilihat sebagai tindakan defensive. Ini tentang cara bagaimana meyakinkan sekutu kami. Kami tidak memprovokasi Rusia, dan kita bisa berkomunikasi pada setiap tahap,” imbuh dia. (Baca: NATO: Rusia bisa kuasai Ukraina timur tanpa invasi)
Semntara itu, pihak Rusia dan Ukraina kembali saling menyalahkan atas kekacauan di Ukraina timur. Kiev menuduh Rusia melaui agen atau pasukan khusus telah beroperasi di Ukraina timur mendukung kelompok separatis lokal.
Sebaliknya, Rusia menuduh Ukraina bertindak fasis dengan membunuh rakyatnya sendiri. Moskow bahkan membandingkan tindakan Kiev seperti yang dilakukan rezim Nazi.
(mas)