Rusia kerahkan kapal perang & selam baru di Laut Hitam
Selasa, 06 Mei 2014 - 16:27 WIB
Rusia kerahkan kapal perang & selam baru di Laut Hitam
A
A
A
Sindonews.com – Rusia mengerahkan kapal selam dan kapal perang baru di Laut Hitam. Salah satunya akan disiagakan di Crimea, wilayah yang baru saja dianeksasi Moskow dari Ukraina.
Pengerahan kapal perang dan kapal selam baru itu disampaikan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, Selasa (6/5/2014). ”Kapal selam baru akan bergabung dengan armada Laut Hitam, serta kapal permukaan (kapal perang) generasi baru tahun ini . Semua ini membutuhkan banyak
perhatian dari kami,” tulis kantor berita Interfax mengutip pernyataan Shoigu.
Shoigu mengatakan armada Rusia akan menerima dana dari 86,7 miliar rubel atau sekitar Rp28 triliun pada tahun 2020 untuk memperkuat militer Rusia. Menurutnya, Rusia memproyeksikan kekuatan ke Laut Hitam dan Mediterania untuk menjamin wilayah perbatasan Rusia selatan dan Crimea, wilayah yang baru saja bergabung dengan Rusia.
Aneksasi Crimea oleh Rusia dari Ukraina Maret 2014 lalu telah memicu krisis terburuk di Eropa sejak akhir Perang Dingin. Presiden Rusia, Vladimir Putin, sempat menyatakan, bahwa tindakan Rusia terhadap Crimea merupakan sebagian dari respons terhadap ekspansi NATO di Eropa Timur.
Rusia juga sempat khawatir, pemerintah baru Ukraina akan membatalkan sewa armada Laut Hitam yang sudah disepakati berlaku hingga 2042. Hingga kini Ukraina dan Rusia terus bersitegang, terutama sejak Ukraina meluncurkan operasi militer besar-besaran di Ukraina timur untuk menumpas kelompok separatis penuntut otonomi yang sebagian besar warga etnis Rusia.
Pengerahan kapal perang dan kapal selam baru itu disampaikan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, Selasa (6/5/2014). ”Kapal selam baru akan bergabung dengan armada Laut Hitam, serta kapal permukaan (kapal perang) generasi baru tahun ini . Semua ini membutuhkan banyak
perhatian dari kami,” tulis kantor berita Interfax mengutip pernyataan Shoigu.
Shoigu mengatakan armada Rusia akan menerima dana dari 86,7 miliar rubel atau sekitar Rp28 triliun pada tahun 2020 untuk memperkuat militer Rusia. Menurutnya, Rusia memproyeksikan kekuatan ke Laut Hitam dan Mediterania untuk menjamin wilayah perbatasan Rusia selatan dan Crimea, wilayah yang baru saja bergabung dengan Rusia.
Aneksasi Crimea oleh Rusia dari Ukraina Maret 2014 lalu telah memicu krisis terburuk di Eropa sejak akhir Perang Dingin. Presiden Rusia, Vladimir Putin, sempat menyatakan, bahwa tindakan Rusia terhadap Crimea merupakan sebagian dari respons terhadap ekspansi NATO di Eropa Timur.
Rusia juga sempat khawatir, pemerintah baru Ukraina akan membatalkan sewa armada Laut Hitam yang sudah disepakati berlaku hingga 2042. Hingga kini Ukraina dan Rusia terus bersitegang, terutama sejak Ukraina meluncurkan operasi militer besar-besaran di Ukraina timur untuk menumpas kelompok separatis penuntut otonomi yang sebagian besar warga etnis Rusia.
(mas)