Tak ikut konflik di Ukraina, kepala wanita ini ditembus peluru

Selasa, 06 Mei 2014 - 10:56 WIB
Tak ikut konflik di...
Tak ikut konflik di Ukraina, kepala wanita ini ditembus peluru
A A A
Sindonews.com – Irina, nama perempuan bernasib malang di Kota Slavyansk itu. Usianya sekitar 30-an tahun. Dia bukan aktvis pro-Ukraina. Bukan pula aktvis lokal pro-otonomi atau pro-Rusia.

Namun, kemarin menjadi hari tragis yang mengakhiri hidupnya. Dia ditemukan tewas bersimbah darah di apartemennya di Slavyansk, Ukraina timur.

Dia tewas setelah kepalanya ditembus peluru oleh penembak jitu yang menurut kerabatnya berasal dari pihak pasukan Ukraina. Keluarga Irina bingung, mengapai perempuan itu menjadi korban, karena tidak tahu menahu ihwal konflik di Ukraina timur.

Keluarganya terguncang, setelah seorang perawat rumah sakit menyatakan Irina tidak bisa diselamatkan akibat luka tembak di kepalanya. Dia selama ini tinggal di apartemen kecil, yang jauh dari perang sengit di Slavyansk. Tak ada barikade. Tak ada pula pos-pos pemeriksaan di dekat apartemennya.

Perempuan yang mengepalai departemen di sebuah perguruan tinggi teknik di Slavyansk tidak pernah mengambil bagian dalam protes jalanan atau pun pertumpahan darah di negaranya. Dia diketahui jadi korban penembak jitu, setelah seorang tetangganya mendengar suara tembakan dari arah pepohonan di seberang jendela apartemen yang dihuni Irina.

”Dia hanya berdiri di sana (balkon apartemen), menunggu suaminya pulang. Mengapa perempuan ini dibunuh?,” kata ibu mertua Irina meratapi nasib tragis menantunya itu, semalam (5/5/2014) seperti dilaporkan Russia Today.

”Dia (Irina) bahkan tidak berada di luar. Dia tidak berdiri di setiap barikade. Dia adalah (warga) yang ingin Ukraina bersatu dan bersahabat dengan Rusia,” lanjut wanita itu sembari menangis histeris.

Sang suami terkejut istrinya jadi korban perang sipil di negaranya. ”Saya bergegas ke kamar dan melihat istri saya berbaring di lantai dengan sebuah peluru di kepalanya,” katanya. “Kami memanggil ambulans. Dia meninggal di rumah sakit.”

Ulah sniper

Keluarga Irina resah dengan kekacauan di Ukraina timur, dan munculnya para sniper berbahaya di setiap pepohonan di kota itu. ”Kami hanya menginginkan perdamaian, kami ingin ekonomi berfungsi, kita ingin pensiun secara normal dan gaji yang layak bagi orang-orang yang bekerja. Dan mereka membunuh kami,” ujar ibu mertua Irina, mengacu kepada kebijakan Pemerintah Ukraina.

”Anda hanya menonton televisi Anda. Hanya barang-barang Ukraina yang ada, sisanya adalah orang bodoh. Kita semua di sini dianggap preman, separatis, dan dicurigai agen Rusia,” imbuh dia.

Pertempuran sengit terjadi kemarin antara pasukan Ukraina dan kelompok bersenjata lokal pro-Rusia di Slavyansk dan wilayah lain di Ukraina timur dan tenggara. Ukraina telah menyatakan, operasi militer tidak akan berhenti sampai kelompok yang mereka sebut agen khusus Rusia hengkang dari Ukraina timur.

Rusia sendiri membantah ada agen khusus atau pasukan khusus Rusia di Ukraina timur. Rusia mendesak Ukraina bernegosiasi damai dan menghentikan pertumpahan darah.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved