Longsor di Afghanistan, 2.250 orang terkubur
Sabtu, 03 Mei 2014 - 09:36 WIB
Longsor di Afghanistan, 2.250 orang terkubur
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 2.250 orang dikhawatirkan tewas terkubur, setelah bencana tanah longsor melanda sebuah desa di Provinsi Badakhsan, Afghanistan.
Lebih dari 300 rumah ikut tersapu dalam bencana yang terjadi setelah hujan deras Jumat kemarin. Juru bicara gubernur setempat, Naveed Ferotan, belum bisa merilis jumlah tota korban jiwa.
”Tim penyelamat kami sejauh ini menemukan 150 mayat di daerah tersebut, dan mereka bekerja keras untuk menyelamatkan penduduk desa,” katanya.
Para pejabat menyatakan, sekitar 2100 orang lainnya hilang dan dikhawatirkan juga tewas. Bencana tanah longsor pertama kali melanda sebuah desa yang tengah menggelar pesta pernikahan. Namun, tanah longsor merembet ke desa-desa lain dalam waktu cepat, setelah diguyur hujan deras.
Lokasi tanah longsor tersebut berada di kawasan pegunungan dan berlumpur. Sebagian korban selamat kebingungan dan masih berusaha menyelamatkan harta benda dan hewan ternak mereka. ”Ada lebih dari 1.000 keluarga yang tinggal di desa itu. Sebanyak 2.100 orang, baik pria, wanita dan anak-anak terjebak,” kata Naveed kepada Reuters, Sabtu (3/5/2014).
”Sebagai wilayah bagian dari gunung yang longsor begitu hebat, kami tidak percaya siapa pun akan bertahan. Pemerintah dan penduduk setempat dari sekitar desa ikut membantu melakukan penyelamatan,” ujarnya.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan ( OCHA ) menyebut, jumlah korban tewas sudah mencapai 350 orang. Sedangkan sekitar 100 orang yang selamat kini dirawat tim medis. Wakil Kepala Polisi Badakhshan, membenarkan ratusan rumah hancur terkena musibah tanah longsor.
Lebih dari 300 rumah ikut tersapu dalam bencana yang terjadi setelah hujan deras Jumat kemarin. Juru bicara gubernur setempat, Naveed Ferotan, belum bisa merilis jumlah tota korban jiwa.
”Tim penyelamat kami sejauh ini menemukan 150 mayat di daerah tersebut, dan mereka bekerja keras untuk menyelamatkan penduduk desa,” katanya.
Para pejabat menyatakan, sekitar 2100 orang lainnya hilang dan dikhawatirkan juga tewas. Bencana tanah longsor pertama kali melanda sebuah desa yang tengah menggelar pesta pernikahan. Namun, tanah longsor merembet ke desa-desa lain dalam waktu cepat, setelah diguyur hujan deras.
Lokasi tanah longsor tersebut berada di kawasan pegunungan dan berlumpur. Sebagian korban selamat kebingungan dan masih berusaha menyelamatkan harta benda dan hewan ternak mereka. ”Ada lebih dari 1.000 keluarga yang tinggal di desa itu. Sebanyak 2.100 orang, baik pria, wanita dan anak-anak terjebak,” kata Naveed kepada Reuters, Sabtu (3/5/2014).
”Sebagai wilayah bagian dari gunung yang longsor begitu hebat, kami tidak percaya siapa pun akan bertahan. Pemerintah dan penduduk setempat dari sekitar desa ikut membantu melakukan penyelamatan,” ujarnya.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan ( OCHA ) menyebut, jumlah korban tewas sudah mencapai 350 orang. Sedangkan sekitar 100 orang yang selamat kini dirawat tim medis. Wakil Kepala Polisi Badakhshan, membenarkan ratusan rumah hancur terkena musibah tanah longsor.
(mas)