AS jatuhkan sanksi ke Rusia, Pentagon kena batunya

Jum'at, 02 Mei 2014 - 14:01 WIB
AS jatuhkan sanksi ke...
AS jatuhkan sanksi ke Rusia, Pentagon kena batunya
A A A
Sindonews.com – Dampak sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Rusia dengan imbas pembekuan kerjasama militer ternyata membuat Pentagon terkena imbasnya. Departemen Pertahanan AS itu mengalami masalah karena tidak bisa mengimpor mesin roket buatan Rusia.

Pejabat senior Pentagon mengatakan impor mesin roket Rusia telah dilarang oleh pengadilan berdasarkan sanksi terhadap Rusia. Jika kondisi itu tidak berubah, Pentagon akan mengalami masalah dalam peluncuran satelit militer. (Baca: Putin peringatkan efek global sanksi terhadap Rusia)

Kerjasama perusahaan alutsista Rusia dan AS dibekukan, setelah Rusia bersitegang dengan Ukraina. Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, memerintahkan untuk mengkaji ulang ketergantungan militer Angkatan Udara AS pada mesin roket buatan Rusia, RD-180.

”Kami tidak memiliki solusi yang bagus. Kami belum membuat keputusan,” kata Frank Kendall, Wakil Departemen Pertahanan AS untuk urusuan akuisisi, seperti dikutip Bloomberg Kamis (1/5/2014). Keluhan Pentagon itu juga telah disampaikan di depan Senat AS.

Perusahaan alutsista AS, United Launch Alliance LLC, mitra dari Lockheed Martin Corp (LMT) dan Boeing Co (BA), selama ini bergantung pada mesin roket RD-180 dari perusahaan patungan Rusia-Amerika RD-Amross LLC sejak tahun 1997. Mesin tersebut telah diproduksi di pabrik NPO Energomash, di dekat Moskow, dan lebih dari 40 unit telah dikirim antara tahun 1997-2007.

AS telah lama menggunakan mesin roket RD-180 untuk peluncuran roket Atlas III dan Atlas V. Hingga kini Pentagon belum menemukan solusi atas masalah itu.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
41 menit yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
5 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
7 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
8 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved