Dua bom mobil guncang Homs, 37 orang terbunuh
Selasa, 29 April 2014 - 20:29 WIB
Dua bom mobil guncang Homs, 37 orang terbunuh
A
A
A
Sindonews.com - Dua bom mobil mengguncang Kota Homs, Suriah pada jam sibuk, Selasa (29/4/2014). Sebanyak 37 orang tewas dalam insiden itu, termasuk perempuan dan anak-anak.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, jumlah korban kemungkinan akan bertambah. Seorang sumber keamanan di Kota Homs, bahkan menyebut sekitar 42 orang diyakni tewas dalam serangan dua bom mobil itu.
Serangan mematikan itu terjadi, bersamaan dengan seruan dari kelompok hak asasi manusia internasional kepada Dewan Keamanan PBB untuk memblokir aliran senjata untuk pasukan rezim Suriah. Kelompok tersebut menuduh rezim Assad melakukan serangan bom barel.
Human Rights Watch yang berbasis di New York, mendesak PBB untuk memblokir aliran senjata ke kelompok melakukan pelecehan terhadap warga sipil di Suriah. Konflik yang telah berlangsung tiga tahun terakhir di negara itu telah menewaskan sekitar 150.000 orang.
“Dewan Keamanan harus memberlakukan embargo senjata terhadap Pemerintah Suriah, juga kepada kelompok yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia yang meluas dan sistematis,” bunyi pernyataan HRW, seperti dilansir Reuters.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, jumlah korban kemungkinan akan bertambah. Seorang sumber keamanan di Kota Homs, bahkan menyebut sekitar 42 orang diyakni tewas dalam serangan dua bom mobil itu.
Serangan mematikan itu terjadi, bersamaan dengan seruan dari kelompok hak asasi manusia internasional kepada Dewan Keamanan PBB untuk memblokir aliran senjata untuk pasukan rezim Suriah. Kelompok tersebut menuduh rezim Assad melakukan serangan bom barel.
Human Rights Watch yang berbasis di New York, mendesak PBB untuk memblokir aliran senjata ke kelompok melakukan pelecehan terhadap warga sipil di Suriah. Konflik yang telah berlangsung tiga tahun terakhir di negara itu telah menewaskan sekitar 150.000 orang.
“Dewan Keamanan harus memberlakukan embargo senjata terhadap Pemerintah Suriah, juga kepada kelompok yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia yang meluas dan sistematis,” bunyi pernyataan HRW, seperti dilansir Reuters.
(mas)