Abaikan ledekan Barat, Assad nyapres untuk ketiga kalinya
Senin, 28 April 2014 - 17:33 WIB
Abaikan ledekan Barat, Assad nyapres untuk ketiga kalinya
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah, Bashar al – Assad, pada Senin (28/4/2014) mengumumkan, bahwa dia mencalonkan diri sebagai Presiden Suriah dalam pemilu 3 Juni 2014 mendatang.
Assad mengabaikan ledekan dari para pemimpin negara-negara Barat dan oposisi yang menganggap pemilu Suriah nanti sebagai parodi demokrasi.
Jika Assad menang, maka dia akan menjadi Presiden Suriah yang ketiga kalinya. Ketua Parlemen Suriah, Mohammad al - Laham membuat pengumuman pencapresan Assad yang disiarkan stasiun televisi Suriah.
Suriah sudah tiga tahun terakhir dilanda perang sipil, di mana kelompok oposisi atau pemberontak berupaya menggulingkannya. Namun, sampai saat ini rezim Assad tetap berkuasa. Ratusan ribu orang terbunuh dalam perang sipil di Suriah. Sedangkan 2,5 juta lainnya mengungsi.
Majunya Assad sebagai capres Suriah disampaikan melalui surat ke Mahkamah Konstitusi Suriah dan dibacakan ketua parlemen. ”Saya Bashar Hafez al-Assad ingin mencalonkan diri untuk jabatan presidenrepublik (Suriah), dan berharap parlemen akan mendukung,” bunyi surat Assad, seperti dilansir Reuters.
Sejumlah kandidat capres lainnya juga ikut mendaftar. Sedangkan para pemimpin oposisi Suriah di pengasingan menyindir pencapresan Assad untuk memperpanjang periode kekuasaan keluarga Assad hingga empat dekade.
Sesuai konstitusi Suriah, calon presiden harus meraih 35 anggota parlemen. Bagi Assad itu bukan hal yang sulit, sebab mayoritas parlemen Suriah juga berasal dari kalangan pro-Assad.
Assad mengabaikan ledekan dari para pemimpin negara-negara Barat dan oposisi yang menganggap pemilu Suriah nanti sebagai parodi demokrasi.
Jika Assad menang, maka dia akan menjadi Presiden Suriah yang ketiga kalinya. Ketua Parlemen Suriah, Mohammad al - Laham membuat pengumuman pencapresan Assad yang disiarkan stasiun televisi Suriah.
Suriah sudah tiga tahun terakhir dilanda perang sipil, di mana kelompok oposisi atau pemberontak berupaya menggulingkannya. Namun, sampai saat ini rezim Assad tetap berkuasa. Ratusan ribu orang terbunuh dalam perang sipil di Suriah. Sedangkan 2,5 juta lainnya mengungsi.
Majunya Assad sebagai capres Suriah disampaikan melalui surat ke Mahkamah Konstitusi Suriah dan dibacakan ketua parlemen. ”Saya Bashar Hafez al-Assad ingin mencalonkan diri untuk jabatan presidenrepublik (Suriah), dan berharap parlemen akan mendukung,” bunyi surat Assad, seperti dilansir Reuters.
Sejumlah kandidat capres lainnya juga ikut mendaftar. Sedangkan para pemimpin oposisi Suriah di pengasingan menyindir pencapresan Assad untuk memperpanjang periode kekuasaan keluarga Assad hingga empat dekade.
Sesuai konstitusi Suriah, calon presiden harus meraih 35 anggota parlemen. Bagi Assad itu bukan hal yang sulit, sebab mayoritas parlemen Suriah juga berasal dari kalangan pro-Assad.
(mas)