Korut sebut Presiden Park pelacur, Korsel marah
Senin, 28 April 2014 - 14:50 WIB
Korut sebut Presiden Park pelacur, Korsel marah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) pada Senin (28/4/2014) marah dan mengecam Korea Utara (Korut) atas serangan verbal yang ditujukan kepada Presiden Korsel, Park Geun-hye. Korut menghina Park dengan menyebutnya sebagai “pelacur jijik” dan boneka Obama.
Komentar hinaan itu muncul, sehari setelah Presiden Park bertemu Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, Sabtu lalu. Komentar hinaan itu disampaikan Pemerintah Korut melalui media pemerintah, KCNA.
”Dia (Park) benar-benar tercela, sebagai seorang wanita kotor pelayan AS dan ‘pelacur’ hina yang menjual bangsanya,” tulis media Korut itu mengutip pernyataan Pemerintah Korut. Serangan verbal itu bukan yang pertama kalinya. Media Korut pernah menulis ledekan untuk Park dengan mengutip komentar dari warga Pyongyang. Kala itu, Park disebut wanit yang sulit punya jodoh dan tidak cocok untuk memiliki keturunan. (Baca: Media Korut: Presiden Korsel jomblo, tak punya anak)
Pihak Seoul mengecam serangan verbal itu dengan menyebut komentar Pyongyang tidak bermoral. Mereka mendesak Pyongyang untuk menyepakati perjanjian yang dibuat pada Februari lalu, bahwa kedua pihak sepakat menghentikan serangan verbal.
“Korut tidak hanya melanggar perjanjian, tetapi juga terus mengeluarkan kutukan dan kata-kata kotor dalam tindakan tidak bermoral,” kata Kim Eui-do, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel yang mengurusi masalah luar negeri.
”Jika Korut memiliki perasaan sedikit untuk rakyatnya sendiri, mereka harus menghentikan perilaku yang tidak masuk akal dan mengambil jalan untuk kerjasama demi kesejahteraan bersama,” lanjut Kim.
Hinaan Pyongyang kepada Presiden Park dan Obama itu, dipicu pidato Obama yang menyerukan agar dunia mengisolasi Korut. Seruan itu sebagai reaksi atas ancaman Korut untuk menguji coba senjata nuklirnya.
Komentar hinaan itu muncul, sehari setelah Presiden Park bertemu Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, Sabtu lalu. Komentar hinaan itu disampaikan Pemerintah Korut melalui media pemerintah, KCNA.
”Dia (Park) benar-benar tercela, sebagai seorang wanita kotor pelayan AS dan ‘pelacur’ hina yang menjual bangsanya,” tulis media Korut itu mengutip pernyataan Pemerintah Korut. Serangan verbal itu bukan yang pertama kalinya. Media Korut pernah menulis ledekan untuk Park dengan mengutip komentar dari warga Pyongyang. Kala itu, Park disebut wanit yang sulit punya jodoh dan tidak cocok untuk memiliki keturunan. (Baca: Media Korut: Presiden Korsel jomblo, tak punya anak)
Pihak Seoul mengecam serangan verbal itu dengan menyebut komentar Pyongyang tidak bermoral. Mereka mendesak Pyongyang untuk menyepakati perjanjian yang dibuat pada Februari lalu, bahwa kedua pihak sepakat menghentikan serangan verbal.
“Korut tidak hanya melanggar perjanjian, tetapi juga terus mengeluarkan kutukan dan kata-kata kotor dalam tindakan tidak bermoral,” kata Kim Eui-do, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel yang mengurusi masalah luar negeri.
”Jika Korut memiliki perasaan sedikit untuk rakyatnya sendiri, mereka harus menghentikan perilaku yang tidak masuk akal dan mengambil jalan untuk kerjasama demi kesejahteraan bersama,” lanjut Kim.
Hinaan Pyongyang kepada Presiden Park dan Obama itu, dipicu pidato Obama yang menyerukan agar dunia mengisolasi Korut. Seruan itu sebagai reaksi atas ancaman Korut untuk menguji coba senjata nuklirnya.
(mas)