Ukraina genting, AS kirim 600 pasukan ke Eropa Timur

Rabu, 23 April 2014 - 08:47 WIB
Ukraina genting, AS...
Ukraina genting, AS kirim 600 pasukan ke Eropa Timur
A A A
Sindonews.com – Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk mengirimkan sekitar 600 pasukan tempurnya ke berbagai wilayah di Eropa Timur. Selain itu, kapal perang AS, USS Taylor telah memasuki Laut Hitam.

Pengumuman pengerahan 600 pasukan tempur AS itu disampaikan di saat kondisi di Ukraina timur sedang genting. Di mana, Ukraina kembali meluncurkan operasi militer setelah seorang politisi lokal disiksa hingga tewas. Ukraina menyalahkan Rusia dalam pembunuhan politisi secara sadis itu. (Baca: Politisi disiksa sampai mati, Ukraina memanas lagi)

Sebanyak 600 pasukan tempur AS akan ditempatkan di Polandia, Lithuania, Latvia dan Estonia. Pentagon mengklaim, keberadaan ratusan pasukan AS itu untuk latihan perang.

Sedangkan masuknya kapal perang AS ke Laut Hitam, diklaim untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut Hitam.

”Angkatan Laut AS rutin mengoperasikan kapal (perang) di Laut Hitam sesuai Konvensi Montreux dan Hukum Internasional. Misi kapal perang Taylor adalah untuk meyakinkan sekutu-sekutu NATO (di Eropa Timur) untuk memperkuat mereka,” demikian pernyataan Angkatan Laut AS, yang dilansir Rusia Today, semalam (22/4/2014).

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, sebelumnya memprotes patroli kapal perang AS di Laut Hitam. Lavrov menyebut AS telah melanggar Konvensi Montreux, di mana kapal AS hanya diberi waktu 21 hari untuk beroperasi di Laut Hitam. Namun, keberadaan kapal perang AS melebihi dari waktu yang ditentukan.

Pentagon menyatakan, 600 tentara yang akan dikirim ke Polandia dan negara-negara Baltik dalam beberapa hari mendatang untuk menawarkan dukungan kepada sekutu NATO yang cemas, setelah Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina.

”Saya diberitahu untuk meningkatkan latihan infanteri-infanteri,” kata juru bicara Pentagon, Laksamana John Kirby.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
1 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
2 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
2 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
4 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
5 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
6 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved