Korban baku tembak jadi 7 orang, Rusia & Ukraina saling tuduh

Senin, 21 April 2014 - 09:54 WIB
Korban baku tembak jadi...
Korban baku tembak jadi 7 orang, Rusia & Ukraina saling tuduh
A A A
Sindonews.com – Jumlah korban tewas dalam baku tembak di Ukraina timur bertambah menjadi tujuh orang. Pemerintah Ukraina dan Rusia saling menuduh dan menghujat atas insiden baku tembak selama peryaan Paskah ketika gencatan senjata telah disepakati.

Baku tembak pecah di Slaviansk, Ukraina timur Minggu kemarin. Reuters pada Senin (21/4/2014) melaporkan semula korban tewas lima orang, namun kini bertambah lagi menjadi tujuh orang.

Padahal, berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani di Jenewa pekan lalu, Uni Eropa, Rusia, Ukraina dan Amerika Serikat sepakat bahwa kelompok demonstran bersenjata harus pulang dan akan diawasi petugas keamanan OSCE Eropa. Kelompok bersenjata pro-Rusia mengaku, mereka terlebih dahulu diserang.

Pihak Kiev, menghujat Rusia dan menuduh Moskow telah melakukan provokasi yang memicu baku tembak.”Gencatan senjata selama Easter (Paskah) telah dilanggar,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina. “Provokasi hujatan dari Rusia. Terjadi ketika malam suci bagi orang Kristen berlangsung. Ini jelas dilakukan oleh pasukan khusus Rusia.”

Tak terima dengan tuduhan itu, Kementerian Luar Negeri Rusia membalas dengan menghujat bahwa Kiev telah melakukan penghakiman dan gagal memenuhi kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani di Jenewa. Moskow mengatakan, pihak Ukraina menyerang kelompok demonstran bersenjata lebih dulu dan memicu aksi balasan.

Kelompok milisi separatis di dekat Kota Slaviansk, Ukraina timur kepada Reuters mengatakan empat kendaraan telah mendekati mereka di pos pemeriksaan pada pukul 02.00 waktu Ukraina. Kemudian orang di dalam kendaraan itu melakukan penembakan. ”Dari pihak kami tiga orang tewas, empat orang terluka,” kata salah seorang demonstran bersenjata yang menyebut dirinya sebagai Vladimir.

Kelompok bersenjata itu kembali membalas tembakan dan menewaskan dua orang yang berasal dari gerakan nasionalis Ukraina.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
50 menit yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
1 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
2 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
3 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
4 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
5 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved