Korut: Drone yang jatuh di Korsel bukan milik kami
Senin, 14 April 2014 - 15:21 WIB
Korut: Drone yang jatuh di Korsel bukan milik kami
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) dengan tegas membantah memiliki hubungan dengan insiden jatuhnya tiga drone di wilayah perbatasan Korea Selatan (Korsel). Korut menuduh Seoul mengarang cerita untuk memprovokasi Korut.
"Pasukan musuh selanjutnya meningkatkan fitnah dan kampanye kotor mereka dengan mengarang insiden drone konyol," ungkap pihak Komite Utara untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK), seperti yang dilaporkan kantor berita KCNA, Senin (14/4/2014).
Kementerian pertahanan Korsel sebelumnya mengatakan, mereka yakin tiga kendaraan udara tak berawak (UAV) yang ditemukan beberapa pekan lalu itu adalah milik Korut. Kementerian itu mengatakan, analisis puing-puing telah mendapatkan berbagai potongan bukti yang secara jelas menunjuk ke Korut.
Ini merupakan bantahan pertama Korut setelah penemuan tiga drone tersebut di wilayah Korsel. CPRK menganggap bahwa Korsel mengeluarkan tuduhan yang tak berdasar.
"Ini adalah upaya keji untuk mengarang insiden Cheonan kedua," CPRK menambahkan, mengacu pada kapal angkatan laut Korea Selatan, Cheonan , yang tenggelam pada tahun 2010 lalu di dekat Laut Kuning, yang merupakan wilayah perbatasan Korut dengan Korsel.
"Pasukan musuh selanjutnya meningkatkan fitnah dan kampanye kotor mereka dengan mengarang insiden drone konyol," ungkap pihak Komite Utara untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK), seperti yang dilaporkan kantor berita KCNA, Senin (14/4/2014).
Kementerian pertahanan Korsel sebelumnya mengatakan, mereka yakin tiga kendaraan udara tak berawak (UAV) yang ditemukan beberapa pekan lalu itu adalah milik Korut. Kementerian itu mengatakan, analisis puing-puing telah mendapatkan berbagai potongan bukti yang secara jelas menunjuk ke Korut.
Ini merupakan bantahan pertama Korut setelah penemuan tiga drone tersebut di wilayah Korsel. CPRK menganggap bahwa Korsel mengeluarkan tuduhan yang tak berdasar.
"Ini adalah upaya keji untuk mengarang insiden Cheonan kedua," CPRK menambahkan, mengacu pada kapal angkatan laut Korea Selatan, Cheonan , yang tenggelam pada tahun 2010 lalu di dekat Laut Kuning, yang merupakan wilayah perbatasan Korut dengan Korsel.
(esn)