Militer Filipina bentrok dengan Abu Sayyaf, 20 tentara terluka
Jum'at, 11 April 2014 - 20:48 WIB
Militer Filipina bentrok dengan Abu Sayyaf, 20 tentara terluka
A
A
A
Sindonews.com – Baku tembak sengit antara militer Filipina dan pemberontak Abu Sayyaf pedah di Pulau Basilan, Jumat (11/4/2014) pagi. Dalam pertempuran yang berlangsung berjam-jam ini, 20 tentara Filipina dilaporkan terluka.
“Baku tembak terjadi di Pulau Basilan. Serangan ini dilancarkan sebagai bagian dari operasi untuk menangkap komandan Abu Sayyaf, Puruji Indama,” jelas juru bicara militer Filipina, Letnan Kolonel Ramon Zagala kepada AFP.
Menurutnya, hingga kini pertempuran belum berakhir. "Masih ada pertempuran sporadis di sejumlah daerah. Operasi masih berlangsung," lanjutnya. Pulau Basilan sendiri terletak 900 km sebelah selatan Manila.
Selama ini, Indama memang telah menjadi target operasi aparat Filipina. Bahkan, Pemerintah Filipina menyediakan USD74.500 bagi siapa saja yang bisa menangkap Indama hidup atau mati. Indama dituduh menjadi otak penculikan warga asing selama bertahun-tahun. Ia dan kelompoknya juga kerap membunuh sandera.
Sementara seorang juru bicara militer Filipina lainnya, Kapten Rowena Muyuela, mengatakan, dua dari tentara yang terluka itu berada dalam kondisi kritis. "Berdasarkan laporan pasukan darat kami, militer berhasil menetralisir sejumlah anggota Abu Sayyaf. Namun jumlahnya belum diketahui," tambah Muyuela.
“Baku tembak terjadi di Pulau Basilan. Serangan ini dilancarkan sebagai bagian dari operasi untuk menangkap komandan Abu Sayyaf, Puruji Indama,” jelas juru bicara militer Filipina, Letnan Kolonel Ramon Zagala kepada AFP.
Menurutnya, hingga kini pertempuran belum berakhir. "Masih ada pertempuran sporadis di sejumlah daerah. Operasi masih berlangsung," lanjutnya. Pulau Basilan sendiri terletak 900 km sebelah selatan Manila.
Selama ini, Indama memang telah menjadi target operasi aparat Filipina. Bahkan, Pemerintah Filipina menyediakan USD74.500 bagi siapa saja yang bisa menangkap Indama hidup atau mati. Indama dituduh menjadi otak penculikan warga asing selama bertahun-tahun. Ia dan kelompoknya juga kerap membunuh sandera.
Sementara seorang juru bicara militer Filipina lainnya, Kapten Rowena Muyuela, mengatakan, dua dari tentara yang terluka itu berada dalam kondisi kritis. "Berdasarkan laporan pasukan darat kami, militer berhasil menetralisir sejumlah anggota Abu Sayyaf. Namun jumlahnya belum diketahui," tambah Muyuela.
(esn)