Tak kutuk uji tembak rudal Korsel, AS munafik
Jum'at, 11 April 2014 - 16:06 WIB
Tak kutuk uji tembak rudal Korsel, AS munafik
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Utara (Korut) pada Jumat (11/4/2014) menuduh Pemerintah Amerika Serikat (AS) munafik. Sebab, mereka mengutuk Korut ketika Pyongyang melakukan uji tembak rudal, tapi diam saja ketika Korea Selatan (Korsel) melakukan tindakan serupa.
”AS bermuka dua dan modus tindakan keji telah tampak,” kata juru bicara Komisi Pertahanan Nasional Korut (NDC), dalam sebuah pernyataan yang dilansir kantor berita KCNA.
Pyongyang kesal kepada Washington yang menerapkan standar ganda untuk menghakimi uji coba rudal Korut. Sikap AS itu dianggap Korut tidak akan bisa meredam ketegangan di Semenanjung Korea.
”Selama AS tetap dalam kebijakan bermusuhan, dengan menerapkan standar ganda secara sewenang-wenang, dan bertindak seperti gangster, (Korut) akan mendorong maju untuk mempertahankan diri,” lanjut pernyataan itu.
Kritikan tajam dari Korut itu, sejatinya mengacu pada uji tembak rudal balistik baru oleh Korsel pada bulan lalu. Rudal itu dikembangkan di bawah kesepakatan yang dicapai dengan AS pada tahun 2012.
Pernyataan juru bicara NDC itu, juga mempertanyakan sikap PBB yang juga diam ketika Korsel melakukan uji tembak rudal balistik. Pyongyang kesal, karena PBB hanya melarang Korsel dalam uji tembak rudal balistik, tapi membiarkan Korsel melakukan hal serupa.
”Jika rudal balistik yang diluncurkan oleh pasukan Korsel tidak bermasalah, maka peluncuran roket oleh (Korut) seharusnya juga tidak menjadi masalah,” imbuh pernyataan itu.
”AS bermuka dua dan modus tindakan keji telah tampak,” kata juru bicara Komisi Pertahanan Nasional Korut (NDC), dalam sebuah pernyataan yang dilansir kantor berita KCNA.
Pyongyang kesal kepada Washington yang menerapkan standar ganda untuk menghakimi uji coba rudal Korut. Sikap AS itu dianggap Korut tidak akan bisa meredam ketegangan di Semenanjung Korea.
”Selama AS tetap dalam kebijakan bermusuhan, dengan menerapkan standar ganda secara sewenang-wenang, dan bertindak seperti gangster, (Korut) akan mendorong maju untuk mempertahankan diri,” lanjut pernyataan itu.
Kritikan tajam dari Korut itu, sejatinya mengacu pada uji tembak rudal balistik baru oleh Korsel pada bulan lalu. Rudal itu dikembangkan di bawah kesepakatan yang dicapai dengan AS pada tahun 2012.
Pernyataan juru bicara NDC itu, juga mempertanyakan sikap PBB yang juga diam ketika Korsel melakukan uji tembak rudal balistik. Pyongyang kesal, karena PBB hanya melarang Korsel dalam uji tembak rudal balistik, tapi membiarkan Korsel melakukan hal serupa.
”Jika rudal balistik yang diluncurkan oleh pasukan Korsel tidak bermasalah, maka peluncuran roket oleh (Korut) seharusnya juga tidak menjadi masalah,” imbuh pernyataan itu.
(mas)