Malaysia bantah cari MH370 secara diam-diam

Jum'at, 11 April 2014 - 10:40 WIB
Malaysia bantah cari...
Malaysia bantah cari MH370 secara diam-diam
A A A
Sindonews.com – Pihak Putrajaya membantah laporan CNN soal laporan terbaru tragedi pesawat MH370. Dalam laporan itu, CNN menulis bahwa Angkatan Udara Malaysia diam-diam sudah mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 sejak 8 Maret 2014 atau sesaat setelah pesawat lenyap misterius.

Menteri Transportasi Malaysia, Hishamuddin Hussein menuduh CNN telah membuat laporan palsu. Tim komunikasi kementerian itu, mengecam laporan tersebut melalui kicauan di akun Twitter-nya, @H20Comms, pada pukul 22.29 semalam.

“Terbaru dari @CNN mengklaim bahwa pesawat Angakatan Udara Malaysia bergegas segera setelah @MAS melaporkan #MH370 hilang awal 8/3 adalah tuduhan palsu,” bunyi kicauan tim komunikasi Hishammuddin.

Hishammuddin kemudian me-retweet bantahan itu di akun Twitter-nya, @HishammuddinH2O. Laporan CNN itu pun menuai kecaman dari pengguna Twitter. Mereka bertanya-tanya, apakah media Amerika Serikat itu sedang dibayar untuk membuat laporan-laporan palsu terhadap Malaysia.

Pengguna Twitter dengan nama Lili Mian mengecam laporan itu.”Itu membuat saya bertanya-tanya siapa yang benar-benar membayar CNN untuk semua laporan palsu yang berkaitan dengan MH370?,” tulis dia.

“CNN tampaknya berada di perang salib melawan Malaysia. Jadi menyedihkan pada tragedi ini,” bunyi kicuan pengguna Twitter lainnya, Daniela N, seperti dikutip Malaysia Insider, Jumat (11/4/2014).

Laporan media Amerika Serikat itu dirilis dengan klaim bersumber dari seorang pejabat pemerintah Malaysia dengan kondisi anonim. Dalam laporan itu tertulis, Angkatan Udara Malaysia atau RMAF bergegas mencari pesawat pada pukul 08.00 (waktu Malaysia) pada tanggal 8 Maret 2014 setelah pesawat MH370 dilaporkan hilang.

RMAF disebut melakukan misi pencarian sebelum ada laporan pesawat itu putar balik melalui Laut China Selatan saat menuju Beijing.Bahkan, menurut CNN, RMAF tidak memberitahu Departemen Penerbangan Sipil atau siapa pun di tim SAR sampai 11 Maret 2013 atau tiga hari setelah pesawat menghilang.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
59 menit yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
2 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
3 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
3 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
5 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Terkuat di...
10 Negara Terkuat di Dunia 2025 secara Militer Versi GFP
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved