PBB: Dalam 4 tahun, 3.600 warga Kongo diperkosa

Kamis, 10 April 2014 - 11:16 WIB
PBB: Dalam 4 tahun,...
PBB: Dalam 4 tahun, 3.600 warga Kongo diperkosa
A A A
Sindonews.com - PBB menyatakan, lebih dari 3.600 wanita, anak perempuan dan anak laki-laki menjadi korban pemerkosaan dan kekerasan seksual lainnya di Kongo selama empat tahun. Pelakunya adalah pasukan keamanan dan para pemberontak bersenjata.

Para korban menjadi “senjata” atau strategi perang dalam konflik di negara itu. Laporan PBB itu berdasarkan dokumentasi sejak Januari 2010 hingga Desember 2013. Tiga perempat dari korban adalah kaum perempuan.

Skala besar pemerkosaan, menurut laporan PBB menjadi senjata perang untuk menghukum warga sipil yang dituduh berkomplot dengan kubu saingan, baik dari kelompok bersenjata maupun pasukan keamanan Kongo.

Para korban berusia beragam. Mulai usia dua tahun hingga 80 tahun. Laporan PBB itu menyebut, 73 persen korban adalah kaum perempuan, 25 persen anak-anak perempuan dan 2 persen anak laki-laki.“Insiden kekerasan seksual yang sangat serius karena berskala besar, dan sistematis,” bunyi laporan PBB, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (10/4/2014).

Kejahatan seksual tersebut dilakukan, ketika terjadi serangan terhadap desa-desa di Kongo. Tidak hanya itu, pembunuhan, penculikan dan perampokan juga masuk dalam laporan PBB.

Sebelum laporan PBB dirilis, tahun 2011 silam, American Journal of Public Health melaporkan lebih dari 400.000 perempuan dan anak perempuan di Kongo diperkosa dalam periode 12 bulan, dari tahun 2006 hingga 2007.

Kepala HAM PBB, Navi Pillay mengatakan kepada pihak berwenang di Kongo memiliki impunitas atau kekebalan hukum. Untuk itu, dibutuhkan tuntutan yang kuat terhadap orang-orang yang bertanggungjawab atas komando pasukan.

”Tidak semua otoritas Kongo siap atau siap untuk melakukan penyelidikan menyeluruh ke semua kasus kekerasan seksual dan untuk mengadili para perwira paling senior,” kata Pillay. Menurut PBB sebagian besar kasus tidak pernah diinvestigasi apalagi dituntut. ”Sangat sedikit yang dilaporkan.”
(mas)
Berita Terkait
4 Fakta Pemerkosaan...
4 Fakta Pemerkosaan Jadi Senjata pada Perang di Kongo
Wabah Pes Melanda Kongo,...
Wabah Pes Melanda Kongo, Lebih dari 31 Orang Meninggal
PBB: Pemberontak Kongo...
PBB: Pemberontak Kongo Eksekusi Lebih dari 130 Warga Sipil
Pemberontak Kongo Bantai...
Pemberontak Kongo Bantai Puluhan Etnis Pygmy, Beberapa Dipenggal
Kandungan Emas di Gunung...
Kandungan Emas di Gunung Kongo Capai 90% Mineral Berharga di Dunia
Benarkah Munculnya Gunung...
Benarkah Munculnya Gunung Emas dan Sungai Eufrat Mengering Jadi Tanda Kiamat?
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
3 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
4 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
6 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
6 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved