AS duga agen Rusia di balik demonstrasi di Ukraina timur
Rabu, 09 April 2014 - 14:36 WIB
AS duga agen Rusia di balik demonstrasi di Ukraina timur
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia mengirimkan agen mereka untuk memanaskan suasana di Ukraina timur, di mana demosntran pro Rusia meminta hak mereka untuk melakukan referendum.
Seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (9/4/2014), Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan secara gamblang bahwa AS menuduh Kremlin mengirim agen mereka ke timur Ukraina dalam rangka untuk memicu kerusuhan.
"Segala sesuatu yang kita lihat dalam 48 jam terakhir, dari provokator dan agen Rusia yang beroperasi di timur Ukraina, dengan jelas mengrimkan pesan kepada kita bahwa mereka telah dikirim ke sana dan bertekad untuk menciptakan kekacauan," ungkap Kerry.
Namun, Kerry juga menyatakan bahwa dirinya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov di Eropa minggu depan untuk membahas persiapan untuk kemungkinan pembicaraan empat arah dengan Ukraina dan Uni Eropa.
Sebelumnya dikabarkan bawah puluhan demonstran menggelar aksi mereka dengan menduduki gedung-gedung pemerintahan di Ukraina timur, dan meminta diadakannya referendum seperti yang diadakan di Crimea.
Seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (9/4/2014), Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan secara gamblang bahwa AS menuduh Kremlin mengirim agen mereka ke timur Ukraina dalam rangka untuk memicu kerusuhan.
"Segala sesuatu yang kita lihat dalam 48 jam terakhir, dari provokator dan agen Rusia yang beroperasi di timur Ukraina, dengan jelas mengrimkan pesan kepada kita bahwa mereka telah dikirim ke sana dan bertekad untuk menciptakan kekacauan," ungkap Kerry.
Namun, Kerry juga menyatakan bahwa dirinya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov di Eropa minggu depan untuk membahas persiapan untuk kemungkinan pembicaraan empat arah dengan Ukraina dan Uni Eropa.
Sebelumnya dikabarkan bawah puluhan demonstran menggelar aksi mereka dengan menduduki gedung-gedung pemerintahan di Ukraina timur, dan meminta diadakannya referendum seperti yang diadakan di Crimea.
(esn)