Sekjen PBB geram atas penembakan pastor di Suriah
Selasa, 08 April 2014 - 20:59 WIB
Sekjen PBB geram atas penembakan pastor di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki moon geram atas tindakan para pemberontak Suriah yang menembak mati seorang pastor di depan biaranya Selasa (7/4/2014) lalu. Dia menyatakan kecamannya atas tindakan yang menurut dia sebagai perbuatan yang keji dan tidak manusiaswi.
Pendeta Frans van der Lugt, seorang pastor asal Belanda ditembak oleh pemberontak Suriah, di kota tua Homs. “Ki moon meminta agar pihak-pihak bertikai dan para pendukung mereka memastikan bahwa warga sipil dilindungi, apapun agama atau afiliasi etnis mereka,” ungkap juru bicara Ban Ki moon, Stephane Dujarric. Seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2014).
"Baik pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok bersenjata punya kewajiban legal dan tanggung jawab moral untuk melakukan hal tersebut,"
Dujarric menambahkan.
"Mereka harus melakukan segalanya untuk menghindari dan mencegah kekerasan terhadap warga sipil, termasuk serangan udara dan penembakan sembarangan di wilayah-wilayah sipil," tegas juru bicara tersebut.
Hingga saat ini belum diketahui motif dari penembakan tersebut. Frans van der Lugt terkenal karena kegigihannya untuk tetap tinggal di kota tua Homs, untuk mengurusi para warga sipil yang menjadi korban konfil di Suriah.
Pendeta Frans van der Lugt, seorang pastor asal Belanda ditembak oleh pemberontak Suriah, di kota tua Homs. “Ki moon meminta agar pihak-pihak bertikai dan para pendukung mereka memastikan bahwa warga sipil dilindungi, apapun agama atau afiliasi etnis mereka,” ungkap juru bicara Ban Ki moon, Stephane Dujarric. Seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2014).
"Baik pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok bersenjata punya kewajiban legal dan tanggung jawab moral untuk melakukan hal tersebut,"
Dujarric menambahkan.
"Mereka harus melakukan segalanya untuk menghindari dan mencegah kekerasan terhadap warga sipil, termasuk serangan udara dan penembakan sembarangan di wilayah-wilayah sipil," tegas juru bicara tersebut.
Hingga saat ini belum diketahui motif dari penembakan tersebut. Frans van der Lugt terkenal karena kegigihannya untuk tetap tinggal di kota tua Homs, untuk mengurusi para warga sipil yang menjadi korban konfil di Suriah.
(esn)