Tercepat dalam misi MH370, China justru dikritik rakyatnya

Selasa, 08 April 2014 - 15:11 WIB
Tercepat dalam misi...
Tercepat dalam misi MH370, China justru dikritik rakyatnya
A A A
Sindonews.com – Kecanggihan kapal China dalam misi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 diketahui merupakan yang tercepat. Terbukti, kapal China merupakan yang pertama kali menangkap sinyal yang diduga dari kotak hitam pesawat MH370.

Ironisnya, kecanggihan kapal China itu justru menuai kritik dari rakyatnya sendiri. Sebab, mayoritas peralatan canggih itu merupakan produk impor, bukan produksi dalam negeri China.

Kapal canggih China yang dimaksud adalah, kapal Haixun 01. Kapal itu menangkap sinyal yang diduga berasal dari kotak hitam pesawat MH370 pada Jumat dan Sabtu pekan lalu. Kapal itu menangkap sinyal pada kedalaman 4.500 meter di bawah laut di Samudera Hindia.

Wang Liangyu, Kepala Pemantau Maritim di Administrasi Keselamatan Navigasi Donghai Departemen Perhubungan China membeberkan rincian teknologi kapal canggih itu. Kapal Haixun 01 dilengkapi dengan peralatan deteksi maritim, termasuk detektor kotak hitam dan dua robot selam.

“Semuanya diimpor,” katanya. ”Detektor kotak hitam dibuat oleh perusahaan yang sama dengan yang memproduksi kotak hitam (pesawat), yang memiliki jangkauan deteksi maksimum 5.000 meter,” kata Liangyu, seperti dikutip AsiaOne, Selasa (8/4/2014).

Semula publik China begitu bangga, dengan kecanggihan kapal Haixun karena menangkap sinyal pertama kali, sebelum kapal canggih Australia. Tapi, kebanggaan itu berbalik menjadi kritikan tajam, setelah mereka mengetahui semuanya produk impor.

”Saya bangga bahwa itu adalah kapal kami yang pertama kali mendeteksi sinyal,” kata seorang pengguna sosial media di China dengan nama akun biedong1925. ”Tapi, sangat disayangkan bahwa tidak ada peralatan yang dibuat di China,” lanjut warga China itu.

Cui Yiliang, ahli kapal dan senjata Angkatan Laut di Beijing juga ikut mengkritik pemerintahannya. ”Ada banyak hal yang harus dilakukan China, untuk meng-upgrade peralatan yang digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan maritim,” ujarnya.

”Kita harus mempercepat penelitian dan pengembangan kendaraan bawah laut yang otonom, atau AUVs,” lanjut Yiliang. Saat ini kapal tercanggih dalam misi maritime adalah kapal selama Bluefin-21 yang digunakan Amerika Serikat. ”Tapi, saya belum membaca laporan tentang peralatan serupa yang dikembangkan di China,” imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Dokumen Rahasia Berisi...
Dokumen Rahasia Berisi Ancaman China ke Malaysia Bocor, Apa yang Diperebutkan?
Malaysia Marah Lautnya...
Malaysia Marah Lautnya Dimasuki Kapal-kapal China
Kapal China Buntuti...
Kapal China Buntuti Kapal Malaysia di Laut China Selatan
Puing-puing Roket China...
Puing-puing Roket China Long March 5B Berjatuhan, Malaysia Meradang
Malaysia Buka Pintu...
Malaysia Buka Pintu Lebar-lebar untuk Produsen Mobil Listrik China
5 Fakta di Balik Hilangnya...
5 Fakta di Balik Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
5 menit yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
31 menit yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
1 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
2 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved