Teman beber pengakuan Corby bawa narkoba, SBY dikelabui?
Senin, 07 April 2014 - 17:11 WIB
Teman beber pengakuan Corby bawa narkoba, SBY dikelabui?
A
A
A
Sindonews.com - Renae Lawrence, tahanan kasus narkoba yang pernah satu sel dengan Schapelle Corby, di penjara Kerobokan, Bali, membuat pengakuan yang mengejutkan.
Dia mengatakan, warga Australia yang berjuluk “Ratu Mariyuana” itu bercerita kepadanya saat berada di penjara, bahwa dia sadar membawa narkoba ke Indonesia.
Dalam sebuah video yang dibuat secara tersembunyi oleh stasiun Channel10, yang tayang semalam, Lawrence tampak berbicara kepada juru kamera. ”(Schapelle) melakukan pekerjaan yang baik dalam menjaga rahasianya. Dia membiarkan satu kesalahan (pada) satu malam,” kata Lawrence.
Lawrence, yang menghabiskan delapan tahun di balik jeruji besi dengan Corby dan sampai kini masih menjalani hukuman atas penyelundupan narkoba, mengaku kaget mengapa Corby membuat pengakuan kepadanya.
”Dia mengatakan bahwa dia tahu yang ada di dalam tas itu mariyuana, tetapi orang yang seharusnya ada di bandara pada waktu itu tidak muncul untuk bertindak, atau tidak berada di sana dengan sejumlah alasan janggal, tapi saya ragu dengan hal itu,” tutur Lawrence.
”Dia (Corby) mengatakan kepada saya dan tahanan lain, bahwa dia melakukannya lebih dari sekali. Dia berhasil lolos dalam aksi sebelumnya. Katanya, dia membawa narkoba tiga kali. Pertama kali dia tidak tahu apa-apa sampai dia tiba di bandara, tapi pada kesempatan lain, dia tahu,” lanjut dia.
”Katanya dia menggunakan (narkoba) sejak ia masih remaja,” imbuh Lawrence. Corby telah mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman sembilan tahun di penjara Kerobokan.
Lawrence juga menegaskan bahwa Corby sadar dia melakukan tindak kriminal seperti itu. ”(Dia)bertindak gila, dia benar-benar mengatakan itu sendiri, ia berakting ‘gila’ sehingga dia akan mendapatkan lebih banyak simpati dan mudah-mudahan (tidak terdengar) Presiden Indonesia,” kata Lawrence menggambarkan aksi Corby yang seolah-olah mengelabui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga dia mendapatkan pembebasan bersyarat.
Lawrence juga mengklarifikasi isu bahwa selama di penjara dia tidak akur dengan Corby. ”Kami bukan musuh seperti kata media. Kami benar-benar teman yang akrab sekali. Kadang-kadang kita memiliki argumen (berbeda) tapi itu karena orang-orang berbicara tentang kami dan itu tidak benar,” imbuh dia.
Sementara itu, keluarga Corby menyangkal pengakuan Lawrence. ”Schapelle menyangkal pernah membuat setiap pengakuan tersebut kepada Renae Lawrence atau kepada orang lain. Klaim lebih lanjut oleh Renae Lawrence yang dituduhkan kepada Schapelle tidak masuk akal, jahat dan hanya fantasinya semata,” bunyi pernyataan keluarga Corby, seperti dikutip news.com.au, Senin (7/4/2014).
Dia mengatakan, warga Australia yang berjuluk “Ratu Mariyuana” itu bercerita kepadanya saat berada di penjara, bahwa dia sadar membawa narkoba ke Indonesia.
Dalam sebuah video yang dibuat secara tersembunyi oleh stasiun Channel10, yang tayang semalam, Lawrence tampak berbicara kepada juru kamera. ”(Schapelle) melakukan pekerjaan yang baik dalam menjaga rahasianya. Dia membiarkan satu kesalahan (pada) satu malam,” kata Lawrence.
Lawrence, yang menghabiskan delapan tahun di balik jeruji besi dengan Corby dan sampai kini masih menjalani hukuman atas penyelundupan narkoba, mengaku kaget mengapa Corby membuat pengakuan kepadanya.
”Dia mengatakan bahwa dia tahu yang ada di dalam tas itu mariyuana, tetapi orang yang seharusnya ada di bandara pada waktu itu tidak muncul untuk bertindak, atau tidak berada di sana dengan sejumlah alasan janggal, tapi saya ragu dengan hal itu,” tutur Lawrence.
”Dia (Corby) mengatakan kepada saya dan tahanan lain, bahwa dia melakukannya lebih dari sekali. Dia berhasil lolos dalam aksi sebelumnya. Katanya, dia membawa narkoba tiga kali. Pertama kali dia tidak tahu apa-apa sampai dia tiba di bandara, tapi pada kesempatan lain, dia tahu,” lanjut dia.
”Katanya dia menggunakan (narkoba) sejak ia masih remaja,” imbuh Lawrence. Corby telah mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman sembilan tahun di penjara Kerobokan.
Lawrence juga menegaskan bahwa Corby sadar dia melakukan tindak kriminal seperti itu. ”(Dia)bertindak gila, dia benar-benar mengatakan itu sendiri, ia berakting ‘gila’ sehingga dia akan mendapatkan lebih banyak simpati dan mudah-mudahan (tidak terdengar) Presiden Indonesia,” kata Lawrence menggambarkan aksi Corby yang seolah-olah mengelabui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga dia mendapatkan pembebasan bersyarat.
Lawrence juga mengklarifikasi isu bahwa selama di penjara dia tidak akur dengan Corby. ”Kami bukan musuh seperti kata media. Kami benar-benar teman yang akrab sekali. Kadang-kadang kita memiliki argumen (berbeda) tapi itu karena orang-orang berbicara tentang kami dan itu tidak benar,” imbuh dia.
Sementara itu, keluarga Corby menyangkal pengakuan Lawrence. ”Schapelle menyangkal pernah membuat setiap pengakuan tersebut kepada Renae Lawrence atau kepada orang lain. Klaim lebih lanjut oleh Renae Lawrence yang dituduhkan kepada Schapelle tidak masuk akal, jahat dan hanya fantasinya semata,” bunyi pernyataan keluarga Corby, seperti dikutip news.com.au, Senin (7/4/2014).
(mas)