Diragukan, kapal China deteksi sinyal yang diduga MH370
Senin, 07 April 2014 - 09:21 WIB
Diragukan, kapal China deteksi sinyal yang diduga MH370
A
A
A
Sindonews.com – Klaim kapal China yang telah mendeteksi sinyalyang diduga berasal dari kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH370 diragukan. Salah satu alasannya, China tidak menyebut lokasi persis di mana sinyal itu terdeteksi.
Greg Waldron, editor yang mengelola publikasi Flightglobal, yang berbasis di Singapura, mengaku skeptis dengan klaim kapal China itu. ”Ada banyak petunjuk yang salah dalam cerita ini, dan kami harus sangat berhati-hati dengan informasi yang datang,” katanya kepada AFP, Senin (7/4/2014).
”Saya sangat skeptis bahwa China telah menemukan sesuatu yang begitu cepat, mengingat luasnya area pencarian,” lanjut dia.
Ravi Madavaram, seorang analis penerbangan pada Frost & Sullivan, yang berbasis di Kuala Lumpur, mengatakan sebagian besar beacon yang digunakan dalam industri maritim dan penerbangan memiliki sinyal frekuensi yang sama.
Menurutnya, mungkin saja sinyal “ping” yang diklaim terdeteksi kapal China berasal dari pesawat MH370. ”(Hanya saja), China tidak mengatakan persis di mana sinyal 'ping' itu terdeteksi,” lanjut dia.
”China sebelumnya telah memberikan petunjuk palsu, jadi kita perlu untuk memverifikasi sebelum kita memastikan bahwa kita menemukan sinyal ‘ping’,” imbuh dia mengacu pada temuan puing oleh citra satelit China yang tidak terbukti terkait pesawat MH370.
Pihak berwenang Malaysia, yang mengandalkan data satelit, meyakini pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia, setelah secara dramatis memutar balik dari rute normalnya, yakni dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Greg Waldron, editor yang mengelola publikasi Flightglobal, yang berbasis di Singapura, mengaku skeptis dengan klaim kapal China itu. ”Ada banyak petunjuk yang salah dalam cerita ini, dan kami harus sangat berhati-hati dengan informasi yang datang,” katanya kepada AFP, Senin (7/4/2014).
”Saya sangat skeptis bahwa China telah menemukan sesuatu yang begitu cepat, mengingat luasnya area pencarian,” lanjut dia.
Ravi Madavaram, seorang analis penerbangan pada Frost & Sullivan, yang berbasis di Kuala Lumpur, mengatakan sebagian besar beacon yang digunakan dalam industri maritim dan penerbangan memiliki sinyal frekuensi yang sama.
Menurutnya, mungkin saja sinyal “ping” yang diklaim terdeteksi kapal China berasal dari pesawat MH370. ”(Hanya saja), China tidak mengatakan persis di mana sinyal 'ping' itu terdeteksi,” lanjut dia.
”China sebelumnya telah memberikan petunjuk palsu, jadi kita perlu untuk memverifikasi sebelum kita memastikan bahwa kita menemukan sinyal ‘ping’,” imbuh dia mengacu pada temuan puing oleh citra satelit China yang tidak terbukti terkait pesawat MH370.
Pihak berwenang Malaysia, yang mengandalkan data satelit, meyakini pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia, setelah secara dramatis memutar balik dari rute normalnya, yakni dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
(mas)