Korut tuduh AS ngotot ingin gulingkan rezim Jong-un
Sabtu, 05 April 2014 - 12:11 WIB
Korut tuduh AS ngotot ingin gulingkan rezim Jong-un
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Korea Utara (Korut) menuduh Amerika Serikat (AS) bersikeras ingin mengganti rezim di Pyongyang pimpinan Kim Jong-un. Korut memperingatkan, bahwa setiap manuver yang mengancam Pyongyang akan mendapat ganjaran setimpal.
Duta besar Korut untuk PBB, Ri Tong Il, mengulang pernyataan pemerintahannya bahwa ketegasan Korut sudah jelas. Termasuk ancaman untuk melakukan uji coba senjata nuklir terbaru mereka.”Saya sarankan Anda untuk menunggu dan melihat apa itu (yang akan terjadi),” katanya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (5/4/2014).
Menurutnya, sikap Pyongyang sudah jelas, untuk menolak latihan perang gabungan antara militer Amerika Serikat (AS) dan militer Korea Selatan (Korsel). Latihan perang itu, dianggap Pyonyang sebagai provokasi untuk memperkeruh situasi di Semenanjung Korea.
Ri Tong Il menyalahkan AS dalam latihan perang itu. Dia juga menuduh AS memblokir perundingan program nuklir antara Korut dengan sejumlah negara-negara di dunia.
Sementara itu, seorang diplomat AS yang tidak berwenang untuk berkomentar kepada publik, mengklaim AS terbuka untuk berdialog dengan siapa pun, termasuk dengan Korut.
”Kami telah jelas, bahwa kita terbuka untuk meningkatkan hubungan dengan DPRK (Korut) jika bersedia untuk mengambil tindakan yang jelas untuk memenuhi komitmen internasional,” kata diplomat yang diwawancarai AP dengan syarat anonim itu.
Duta besar Korut untuk PBB, Ri Tong Il, mengulang pernyataan pemerintahannya bahwa ketegasan Korut sudah jelas. Termasuk ancaman untuk melakukan uji coba senjata nuklir terbaru mereka.”Saya sarankan Anda untuk menunggu dan melihat apa itu (yang akan terjadi),” katanya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (5/4/2014).
Menurutnya, sikap Pyongyang sudah jelas, untuk menolak latihan perang gabungan antara militer Amerika Serikat (AS) dan militer Korea Selatan (Korsel). Latihan perang itu, dianggap Pyonyang sebagai provokasi untuk memperkeruh situasi di Semenanjung Korea.
Ri Tong Il menyalahkan AS dalam latihan perang itu. Dia juga menuduh AS memblokir perundingan program nuklir antara Korut dengan sejumlah negara-negara di dunia.
Sementara itu, seorang diplomat AS yang tidak berwenang untuk berkomentar kepada publik, mengklaim AS terbuka untuk berdialog dengan siapa pun, termasuk dengan Korut.
”Kami telah jelas, bahwa kita terbuka untuk meningkatkan hubungan dengan DPRK (Korut) jika bersedia untuk mengambil tindakan yang jelas untuk memenuhi komitmen internasional,” kata diplomat yang diwawancarai AP dengan syarat anonim itu.
(mas)