Kerry: AS akan evaluasi peran dalam perbicangan damai di Timur Tengah
Jum'at, 04 April 2014 - 20:30 WIB
Kerry: AS akan evaluasi peran dalam perbicangan damai di Timur Tengah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry Mengatakan, Jumat (4/4/2014), AS sedang mengevaluasi apakah akan melanjutkan perannya dalam pembicaraan perdamaian Timur Tengah setelah Israel dan Palestina telah mengambil langkah-langkah yang tidak membantu dalam perbincangan damai tersebut.
“Ada batas untuk AS dalam membantu proses perdamaian, jika para pihak sendiri tidak bersedia untuk mengambil langkah-langkah konstruktif,” ungkap Kerry, saat melakukan kunjungan ke Maroko, seperti dilansir Reuters.
"Ini bukan upaya tanpa batas waktu, tidak pernah seperti itu. Ini merupakan upaya dengan realitas waktu dan kami berniat untuk mengevaluasi secara tepat apa langkah berikutnya," Kerry menambahkan.
Kerry mengatakan, dia akan kembali ke Washington untuk berkonsultasi dengan pemerintahan Obama untuk mengambil langkah berikutnya. Para pejabat AS mengatakan, Kerry terkejut oleh gerakan Israel dan Palestina yang mempengaruhi proses negosiasi.
"Mereka mengatakan, bahwa mereka ingin melanjutkan. Tapi, di lain sisi mereka mengatakan, mereka tidak ingin. Dan, kami tidak bisa duduk di sana tanpa batas waktu," ungkapnya.
“Ada batas untuk AS dalam membantu proses perdamaian, jika para pihak sendiri tidak bersedia untuk mengambil langkah-langkah konstruktif,” ungkap Kerry, saat melakukan kunjungan ke Maroko, seperti dilansir Reuters.
"Ini bukan upaya tanpa batas waktu, tidak pernah seperti itu. Ini merupakan upaya dengan realitas waktu dan kami berniat untuk mengevaluasi secara tepat apa langkah berikutnya," Kerry menambahkan.
Kerry mengatakan, dia akan kembali ke Washington untuk berkonsultasi dengan pemerintahan Obama untuk mengambil langkah berikutnya. Para pejabat AS mengatakan, Kerry terkejut oleh gerakan Israel dan Palestina yang mempengaruhi proses negosiasi.
"Mereka mengatakan, bahwa mereka ingin melanjutkan. Tapi, di lain sisi mereka mengatakan, mereka tidak ingin. Dan, kami tidak bisa duduk di sana tanpa batas waktu," ungkapnya.
(esn)