Militer Filipina buru militan terduga penculikan di Sabah
Jum'at, 04 April 2014 - 18:01 WIB
Militer Filipina buru militan terduga penculikan di Sabah
A
A
A
Sindonews.com – Tentara Filipina dikerahkan ke sebuah pulau terpencil di selatan, di mana pulau tersebut diduga menjadi tempat persembunyian para militan yang menculik warga mereka, serta seorang warga China di sabah Rabu lalu. Demikian pihak militer Filipina melaporkan, Jumat (4/4/2014).
“Kelompok Abus Sayyaf, kelompok militan yang terkenal sering melakukan penculikan untuk mendapatkan tebusan, adalah tersangka utama dalam penculikan turis China dan pekerja resor asal Filipina Rabu (2/4/2014) malam lalu,” ungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Letnan Kolonel Ramon Zagala.
Seperti dilansir Channel News Asia, Zagala menyatakan, dideteksi adanya sebuah kapal cepat berisi tujuh orang, yang diduga adalah para militan yang menculik turis China dan pekerja asal Filipina. Kapal ini terdeteksi melintasi perbatasan maritim menuju pulau Tawi-Tawi di Filipina selatan.
"Yang penting sekarang adalah untuk menahan mereka (dari melarikan diri) dan menemukan mereka," ungkap Zagala. Namun, dia tidak memberikan rincian jumlah pasukan yang akan dikirim dalam pencarian kedua korban penculikan tersebut.
Zagala mengatakan, para sandera diyakini telah dibawa ke Simunul, sebuah kota berpopulasi 35 ribu orang yang menetap di dua pulau kecil yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Manila. Simunul sendiri berjarak 145 kilometer dari resor, di mana keduanya diculik atau sekitar satu hari perjalanan dengan menggunakan perahu .
“Kelompok Abus Sayyaf, kelompok militan yang terkenal sering melakukan penculikan untuk mendapatkan tebusan, adalah tersangka utama dalam penculikan turis China dan pekerja resor asal Filipina Rabu (2/4/2014) malam lalu,” ungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Letnan Kolonel Ramon Zagala.
Seperti dilansir Channel News Asia, Zagala menyatakan, dideteksi adanya sebuah kapal cepat berisi tujuh orang, yang diduga adalah para militan yang menculik turis China dan pekerja asal Filipina. Kapal ini terdeteksi melintasi perbatasan maritim menuju pulau Tawi-Tawi di Filipina selatan.
"Yang penting sekarang adalah untuk menahan mereka (dari melarikan diri) dan menemukan mereka," ungkap Zagala. Namun, dia tidak memberikan rincian jumlah pasukan yang akan dikirim dalam pencarian kedua korban penculikan tersebut.
Zagala mengatakan, para sandera diyakini telah dibawa ke Simunul, sebuah kota berpopulasi 35 ribu orang yang menetap di dua pulau kecil yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Manila. Simunul sendiri berjarak 145 kilometer dari resor, di mana keduanya diculik atau sekitar satu hari perjalanan dengan menggunakan perahu .
(esn)