Dua militan al-Qaeda dan dua tentara tewas dalam bentrokan di Yaman
Rabu, 02 April 2014 - 17:11 WIB
Dua militan al-Qaeda dan dua tentara tewas dalam bentrokan di Yaman
A
A
A
Sindonews.com – Setidaknya tiga tentara dan dua militan al-Qaeda tewas dalam bentrokan di sebuah pos pemeriksaan keamanan di provinsi al Hodayda, Yaman. Demikian diungkapkan seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Yaman.
”Bentrokan meletus ketika gerilyawan menyerang pos pemeriksaan keamanan di wilayah Jabal Ras, sekitar 200 km sebelah barat dari ibukota Sanaa,” ungkap pejabat tersebut pada kondisi anonimitas, seperti dilansir Xinhua, Rabu (2/4/2014).
“Empat pejuang al-Qaeda ditangkap dalam insiden tersebut, sementara yang lainnya melarikan diri ke daerah pegunungan, ke arah Provinsi Dhamar,” pejabat tersebut menambahkan. Ia juga mengatakan, tidak lama setelah bentrokan tersebut terjadi, tim pelacak segera dikerahkan untuk mencari para militan al-Qaeda yang melarikan diri.
Pekan lalu, militan al-Qaeda menewaskan 24 tentara Yaman dalam sebuah serangan terhadap barak militer di Provinsi Hadramout, Yaman.
Al-Qaeda di Semenanjung Arab telah melancarkan serangan terhadap pemerintah Yaman selama lebih dari tiga tahun. Kelompok ini dianggap sebagai ancaman yang paling serius bagi Yaman dan negara tetangga mereka, Arab Saudi.
”Bentrokan meletus ketika gerilyawan menyerang pos pemeriksaan keamanan di wilayah Jabal Ras, sekitar 200 km sebelah barat dari ibukota Sanaa,” ungkap pejabat tersebut pada kondisi anonimitas, seperti dilansir Xinhua, Rabu (2/4/2014).
“Empat pejuang al-Qaeda ditangkap dalam insiden tersebut, sementara yang lainnya melarikan diri ke daerah pegunungan, ke arah Provinsi Dhamar,” pejabat tersebut menambahkan. Ia juga mengatakan, tidak lama setelah bentrokan tersebut terjadi, tim pelacak segera dikerahkan untuk mencari para militan al-Qaeda yang melarikan diri.
Pekan lalu, militan al-Qaeda menewaskan 24 tentara Yaman dalam sebuah serangan terhadap barak militer di Provinsi Hadramout, Yaman.
Al-Qaeda di Semenanjung Arab telah melancarkan serangan terhadap pemerintah Yaman selama lebih dari tiga tahun. Kelompok ini dianggap sebagai ancaman yang paling serius bagi Yaman dan negara tetangga mereka, Arab Saudi.
(esn)