Soal krisis Ukraina, China tak akan memihak
Sabtu, 29 Maret 2014 - 04:25 WIB
Soal krisis Ukraina, China tak akan memihak
A
A
A
Sindonews.com – Presiden China, Xi Jinping, menegaskan, negaranya tidak akan berpihak pada Barat ataupun Rusia atas krisis yang terjadi di Ukraina. Sikap ini diyakini akan mengecewakan Barat yang berharap China ikut menekan Moskow atas pencaplokan Crimea.
"China tidak memiliki kepentingan pribadi dalam isu Ukraina," kata Jinping dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, Jumat (28/3/2014). "Semua pihak yang terlibat harus bekerja untuk solusi politik dan diplomatik dalam konflik," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
Selama ini, China memang telah bersikap hati-hati terhadap krisis Ukraina. China tidak ingin menyinggung Rusia, yang tak lain adalah sekutunya. Cina telah mengisyaratkan pemahaman untuk posisi Rusia.
Menurut China, apa yang terjadi di Crimea "memiliki alasan historis". Media pemerintah China juga telah menyatakan simpati untuk Moskow.
Sementara Moskow sendiri untuk kali pertama secara resmi telah mengakui keberadaan pasukan mereka di Crimea. Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengucapkan selamat kepada Angkatan Bersenjata Rusia atas peran mereka dalam pengambilalihan Crimea oleh Moskow dari tangan Ukraina. Menurut Putin, hal ini menunjukkan kapasitas baru dari tentara Rusia .
"Peristiwa baru-baru ini di Crimea adalah ujian serius. Mereka menunjukkan kapasitas baru Angkatan Bersenjata kami dalam hal kualitas dan semangat moral yang tinggi dari personil," kata Putin dalam sebuah upacara militer yang ditayangkan televisi Rusia, Jumat (28/3/2014).
"China tidak memiliki kepentingan pribadi dalam isu Ukraina," kata Jinping dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, Jumat (28/3/2014). "Semua pihak yang terlibat harus bekerja untuk solusi politik dan diplomatik dalam konflik," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
Selama ini, China memang telah bersikap hati-hati terhadap krisis Ukraina. China tidak ingin menyinggung Rusia, yang tak lain adalah sekutunya. Cina telah mengisyaratkan pemahaman untuk posisi Rusia.
Menurut China, apa yang terjadi di Crimea "memiliki alasan historis". Media pemerintah China juga telah menyatakan simpati untuk Moskow.
Sementara Moskow sendiri untuk kali pertama secara resmi telah mengakui keberadaan pasukan mereka di Crimea. Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengucapkan selamat kepada Angkatan Bersenjata Rusia atas peran mereka dalam pengambilalihan Crimea oleh Moskow dari tangan Ukraina. Menurut Putin, hal ini menunjukkan kapasitas baru dari tentara Rusia .
"Peristiwa baru-baru ini di Crimea adalah ujian serius. Mereka menunjukkan kapasitas baru Angkatan Bersenjata kami dalam hal kualitas dan semangat moral yang tinggi dari personil," kata Putin dalam sebuah upacara militer yang ditayangkan televisi Rusia, Jumat (28/3/2014).
(esn)