Jika Korut stop program nuklir, Korsel akan kirim bantuan
Jum'at, 28 Maret 2014 - 23:07 WIB
Jika Korut stop program nuklir, Korsel akan kirim bantuan
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, mengusulkan berbagai bantuan ekonomi untuk warga miskin Korea Utara (Korut). Bantuan akan dikucurkan jika Korut setuju untuk menghentikan program nuklir mereka.
"Agar upaya ini membawa hasil, Korut harus berjalan menuju denuklirisasi," kata Geun-hye, Jumat (28/3/2014), seperti dikutip dari Reuters. Pernyataan ini dilontarkannya saat berpidato di Dresden, Jerman.
Menurutnya, kedua Korea harus menempatkan konfrontasi di belakang mereka dan mulai bekerjasama untuk mempersiapkan unifikasi. Geun-hye juga menawarkan untuk membantu mengembangkan ekonomi, sektor pertanian, dan infrastruktur sosial di Korut.
Selain itu, Presiden Korsel juga menawarkan untuk membantu Korut bergabung dengan sistem keuangan internasional dan mengusulkan pembentukan kantor penghubung di kedua belah pihak untuk mempromosikan pertukaran.
Korut sendiri belum menanggapi proposal bantuan dari Korsel ini. Namun, negara komunis itu telah berulang kali menolak usulan untuk meninggalkan program nuklir mereka. Akibat uji coba rudal nuklir yang dilakukan Korut, negara itu telah mendapat sejumlah sanksi dari PBB.
"Agar upaya ini membawa hasil, Korut harus berjalan menuju denuklirisasi," kata Geun-hye, Jumat (28/3/2014), seperti dikutip dari Reuters. Pernyataan ini dilontarkannya saat berpidato di Dresden, Jerman.
Menurutnya, kedua Korea harus menempatkan konfrontasi di belakang mereka dan mulai bekerjasama untuk mempersiapkan unifikasi. Geun-hye juga menawarkan untuk membantu mengembangkan ekonomi, sektor pertanian, dan infrastruktur sosial di Korut.
Selain itu, Presiden Korsel juga menawarkan untuk membantu Korut bergabung dengan sistem keuangan internasional dan mengusulkan pembentukan kantor penghubung di kedua belah pihak untuk mempromosikan pertukaran.
Korut sendiri belum menanggapi proposal bantuan dari Korsel ini. Namun, negara komunis itu telah berulang kali menolak usulan untuk meninggalkan program nuklir mereka. Akibat uji coba rudal nuklir yang dilakukan Korut, negara itu telah mendapat sejumlah sanksi dari PBB.
(esn)