Tak punya rekening di AS, Putin olok-olok sanksi dari Obama
Jum'at, 21 Maret 2014 - 17:30 WIB
Tak punya rekening di AS, Putin olok-olok sanksi dari Obama
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengolok-olok sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap para pejabat Rusia. Sanksi itu dijatuhkan atas perintah Presiden AS Barack Obama.
Putin pun memilih membuka rekening di Bank Rosssiya di negaranya dan menganggap sanksi AS tidak berpengaruh.
Kendati demikian, Putin menyatakan tidak akan membalas sanksi tersebut. Komentar Putin itu diungkapkan dalam pertemuan dengan para pejabat senior keamanan Rusia, Jumat (21/3/2014).
”Saya mengerti bahwa ini (Bnak Rossiya) adalah bank berukuran menengah,” kata Putin, seperti dikutip Rusia Today. Dia menegaskan tidak memiliki rekening di bank-bank Washington. Putin akan membuka rekening di bank Rusia itu mulai Senin nanti.
Putin juga mengejek sanksi baru yang telah dikenakan AS dan Uni Eropa terhadap anggota parlemen Rusia, salah satunya Sergey Naryshkin.
Pada hari Kamis AS memperluas daftar pejabat Rusia yang terkena sanksi menjadi 20 orang. Sanksi itu atas perintah khusus Presiden AS, Barack Obama, atas tuduhan Rusia melakukan intervensi atas krisis Ukraina. Krisis itu berujung pada lepasnya Crimea dari Ukraina dan memilih bergabung ke Federasi Rusia.
Putin pun memilih membuka rekening di Bank Rosssiya di negaranya dan menganggap sanksi AS tidak berpengaruh.
Kendati demikian, Putin menyatakan tidak akan membalas sanksi tersebut. Komentar Putin itu diungkapkan dalam pertemuan dengan para pejabat senior keamanan Rusia, Jumat (21/3/2014).
”Saya mengerti bahwa ini (Bnak Rossiya) adalah bank berukuran menengah,” kata Putin, seperti dikutip Rusia Today. Dia menegaskan tidak memiliki rekening di bank-bank Washington. Putin akan membuka rekening di bank Rusia itu mulai Senin nanti.
Putin juga mengejek sanksi baru yang telah dikenakan AS dan Uni Eropa terhadap anggota parlemen Rusia, salah satunya Sergey Naryshkin.
Pada hari Kamis AS memperluas daftar pejabat Rusia yang terkena sanksi menjadi 20 orang. Sanksi itu atas perintah khusus Presiden AS, Barack Obama, atas tuduhan Rusia melakukan intervensi atas krisis Ukraina. Krisis itu berujung pada lepasnya Crimea dari Ukraina dan memilih bergabung ke Federasi Rusia.
(mas)