Jika 2 puing benar MH370, pencarian kotak hitam bakal seram
Jum'at, 21 Maret 2014 - 09:59 WIB
Jika 2 puing benar MH370, pencarian kotak hitam bakal seram
A
A
A
Sindonews.com - Jika dua puing di Samudera Hindia terbukti terkait pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, tim pencari pesawat masih harus menjalani misi berat. Yakni, mencari kotak hitam (black box) pesawat yang bakal menyeramkan mengingat arus Samudera Hindia sangat deras.
Pencarian kotak hitam pesawat, menurut para peneliti menjadi misi terberat karena harus berhadapan dengan arus dan angin di Samudera Hindia yang menakutkan. Perdana Menteri Australia Tony Abbott pada Kamis kemarin, mengatakan dua puing atau benda di Samudera Hindia yang tertangkap citra satelit diduga terkait pesawat MH370. Lokasi kedua puing itu, berada di wilayah yang berjarak sekitar 2.500 km dari sebelah barat daya Perth, Australia.
Seorang peneliti memperingatkan, agar tim pencari dua puing mencurigakan itu waspada dengan kondisi lingkungan di Samudera Hindia.
”Hal ini dapat sangat kasar dan sulit. Kondisi angin dengan arus yang kuat meskipun sama-sama (terlihat) tenang,” kata David Gallo, direktur proyek khusus di Hole Oceanographic Institution Woods (WHOI) di Falmouth, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) mengacu pada kondisi lokasi kedua objek tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (21/3/2014).
”Jika dikonfirmasi sebagai puing-puing, maka prioritas pertama adalah untuk memulihkan dan merekam masing-masing bagian dan melihat seberapa tinggi atau rendah posisi (puing) di dalam air. Ini dapat membantu menunjukkan bagaimana (puing-puing) telah dipindahkan oleh arus dan angin,” kata Gallo.
Pencarian kotak hitam pesawat, menurut para peneliti menjadi misi terberat karena harus berhadapan dengan arus dan angin di Samudera Hindia yang menakutkan. Perdana Menteri Australia Tony Abbott pada Kamis kemarin, mengatakan dua puing atau benda di Samudera Hindia yang tertangkap citra satelit diduga terkait pesawat MH370. Lokasi kedua puing itu, berada di wilayah yang berjarak sekitar 2.500 km dari sebelah barat daya Perth, Australia.
Seorang peneliti memperingatkan, agar tim pencari dua puing mencurigakan itu waspada dengan kondisi lingkungan di Samudera Hindia.
”Hal ini dapat sangat kasar dan sulit. Kondisi angin dengan arus yang kuat meskipun sama-sama (terlihat) tenang,” kata David Gallo, direktur proyek khusus di Hole Oceanographic Institution Woods (WHOI) di Falmouth, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) mengacu pada kondisi lokasi kedua objek tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (21/3/2014).
”Jika dikonfirmasi sebagai puing-puing, maka prioritas pertama adalah untuk memulihkan dan merekam masing-masing bagian dan melihat seberapa tinggi atau rendah posisi (puing) di dalam air. Ini dapat membantu menunjukkan bagaimana (puing-puing) telah dipindahkan oleh arus dan angin,” kata Gallo.
(mas)