Obama perluas sanksi AS terhadap Rusia
Jum'at, 21 Maret 2014 - 02:20 WIB
Obama perluas sanksi AS terhadap Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, pada Kamis (20/3/2014), menjatuhkan sanksi pada 20 warga Rusia serta bank terkait, sebagai imbas dari langkah Moskow yang mencaplok Crimea dari Ukraina.
Di antara 20 orang itu, terdapat beberapa orang yang dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Tindakan ini dilakukan sebagai pembalasan atas serangan militer Rusia di wilayah Crimea. Setiap aset yang mereka miliki di AS juga akan dibekukan dan mereka dilarang mengunjungi AS.
Bank Rossiya, dengan aset USD10 miliar, menjadi bank Rusia pertama yang mendapat sanksi dari AS. Menurut pernyataan Departemen Keuangan AS, Bank Rossiya adalah bank pribadi bagi para pejabat senior pemerintah Rusia, termasuk lingkar dalam Putin.
Bank Rossiya yang berbasis di St Petersburg, diketuai dan sebagian dimiliki oleh Yuri Kovalchuk, penasihat dekat Putin. Kovalchuk juga menjadi satu di antara 20 orang yang ditargetkan mendapat sanksi dari AS.
Obama mengaku telah menandatangani perintah eksekutif baru yang membuka jalan bagi sanksi AS terhadap ekonomi Rusia secara luas. Menurut Obama, ancaman Rusia terhadap selatan dan timur Ukraina menimbulkan risiko serius atas eskalasi krisis di wilayah tersebut.
"Ini bukan hasil pilihan kami. Sanksi ini tidak hanya memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Rusia, tetapi juga bisa mengganggu ekonomi global. Namun, Rusia harus tahu, bahwa eskalasi lebih lanjut hanya akan mengisolasi mereka dari masyarakat internasional," kata Obama, seperti dikutip dari Reuters.
Di antara 20 orang itu, terdapat beberapa orang yang dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Tindakan ini dilakukan sebagai pembalasan atas serangan militer Rusia di wilayah Crimea. Setiap aset yang mereka miliki di AS juga akan dibekukan dan mereka dilarang mengunjungi AS.
Bank Rossiya, dengan aset USD10 miliar, menjadi bank Rusia pertama yang mendapat sanksi dari AS. Menurut pernyataan Departemen Keuangan AS, Bank Rossiya adalah bank pribadi bagi para pejabat senior pemerintah Rusia, termasuk lingkar dalam Putin.
Bank Rossiya yang berbasis di St Petersburg, diketuai dan sebagian dimiliki oleh Yuri Kovalchuk, penasihat dekat Putin. Kovalchuk juga menjadi satu di antara 20 orang yang ditargetkan mendapat sanksi dari AS.
Obama mengaku telah menandatangani perintah eksekutif baru yang membuka jalan bagi sanksi AS terhadap ekonomi Rusia secara luas. Menurut Obama, ancaman Rusia terhadap selatan dan timur Ukraina menimbulkan risiko serius atas eskalasi krisis di wilayah tersebut.
"Ini bukan hasil pilihan kami. Sanksi ini tidak hanya memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Rusia, tetapi juga bisa mengganggu ekonomi global. Namun, Rusia harus tahu, bahwa eskalasi lebih lanjut hanya akan mengisolasi mereka dari masyarakat internasional," kata Obama, seperti dikutip dari Reuters.
(esn)