Pencarian MH370 di Samudera Hindia belum hasilkan apapun
Kamis, 20 Maret 2014 - 23:48 WIB
Pencarian MH370 di Samudera Hindia belum hasilkan apapun
A
A
A
Sindonews.com – Australia pada Kamis (20/3/2014) malam pukul 23.00 waktu setempat mengakhiri misi hari pertama pencarian dua benda yang diduga adalah puing-puing pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Samudera Hindia.
Dalam pernyataannya, Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA), mengaku akan melanjutkan pencarian pada Jumat (21/3/2014) pagi.
"Empat pesawat ditugaskan oleh AMSA pada Kamis untuk mencari di area 23 ribu km persegi di lokasi sekitra 2.500 km barat daya kota Perth. Pencarian dilakukan setelah diterimanya citra satelit dari Organisasi Geospatial Intelligence Australia pada Kamis pagi,” sebut pernyataan itu.
Seperti dikutip dari New Strait Times, pesawat yang terlibat dalam SAR di hari pertama ini adalah dua pesawat AP-3C Orion milik Australia, satu pesawat P8 Poseidon milik AL Amerika Serikat, satu pesawat P-3K2 Orion milik Selandia Baru P-3K2 Orion yang digunakan, dan satu pesawat C-130J Hercules milik Australia.
Dalam misi pencarian ini juga dilibatkan sejumlah kapal dagang yang tengah berada di lokasi tersebut. "Sebanyak enam kapal dagang telah membantu dalam misi pencarian,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, AMSA mengaku menemukan dua benda yang diduga puing MH370. Kedua benda itu terlihat dari kejauhan sangat kecil. ”Yang terbesar ukurannya sekitar 24 meter. Ada satu lagi yang lebih kecil dari itu,” ujar Young.
”Benda-benda yang relatif tidak jelas. Indikasi bagi saya adalah itu objek yang berukuran wajar. Dan mungkin terendam oleh air, (tampak) naik-turun di atas permukaan,” kata pejabat AMSA John Young, pada konferensi pers, Kamis (20/3/2014).
Perdana Menteri Australia, Tony Abbott menduga dua benda itu terkait pesawat MAS MH370. Abbott mengatakan kepada parlemen Australia, bahwa informasi itu baru dan kredibel. Menurutnya, pesawat Orion Angkatan Udara Australia sudah dikerahkan untuk melihat dua benda mencurigakan tersebut.
”AMSA telah menerima informasi berdasarkan informasi satelit dari objek yang kemungkinan berhubungan dengan pencarian (pesawat MH370),” ucap Abbott, seperti dikutip New Straits Times.
Dalam pernyataannya, Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA), mengaku akan melanjutkan pencarian pada Jumat (21/3/2014) pagi.
"Empat pesawat ditugaskan oleh AMSA pada Kamis untuk mencari di area 23 ribu km persegi di lokasi sekitra 2.500 km barat daya kota Perth. Pencarian dilakukan setelah diterimanya citra satelit dari Organisasi Geospatial Intelligence Australia pada Kamis pagi,” sebut pernyataan itu.
Seperti dikutip dari New Strait Times, pesawat yang terlibat dalam SAR di hari pertama ini adalah dua pesawat AP-3C Orion milik Australia, satu pesawat P8 Poseidon milik AL Amerika Serikat, satu pesawat P-3K2 Orion milik Selandia Baru P-3K2 Orion yang digunakan, dan satu pesawat C-130J Hercules milik Australia.
Dalam misi pencarian ini juga dilibatkan sejumlah kapal dagang yang tengah berada di lokasi tersebut. "Sebanyak enam kapal dagang telah membantu dalam misi pencarian,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, AMSA mengaku menemukan dua benda yang diduga puing MH370. Kedua benda itu terlihat dari kejauhan sangat kecil. ”Yang terbesar ukurannya sekitar 24 meter. Ada satu lagi yang lebih kecil dari itu,” ujar Young.
”Benda-benda yang relatif tidak jelas. Indikasi bagi saya adalah itu objek yang berukuran wajar. Dan mungkin terendam oleh air, (tampak) naik-turun di atas permukaan,” kata pejabat AMSA John Young, pada konferensi pers, Kamis (20/3/2014).
Perdana Menteri Australia, Tony Abbott menduga dua benda itu terkait pesawat MAS MH370. Abbott mengatakan kepada parlemen Australia, bahwa informasi itu baru dan kredibel. Menurutnya, pesawat Orion Angkatan Udara Australia sudah dikerahkan untuk melihat dua benda mencurigakan tersebut.
”AMSA telah menerima informasi berdasarkan informasi satelit dari objek yang kemungkinan berhubungan dengan pencarian (pesawat MH370),” ucap Abbott, seperti dikutip New Straits Times.
(esn)