Bela pilot MH370, Anwar Ibrahim: Dia bukan ekstremis
Kamis, 20 Maret 2014 - 11:40 WIB
Bela pilot MH370, Anwar Ibrahim: Dia bukan ekstremis
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim yang mengaku memiliki hubungan keluarga dengan pilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, Zaharie Ahmad Shah, membela pilot tersebut dalam insiden hilangnya pesawat.
Kepada CNN, Anwar menceritakan hubungannya dengan pilot Zaharie. Pilot tersebut masuk dalam daftar penyelidikan tim investigasi, dengan berbagai kecurigaan. Salah satunya dia menghapus simulator penerbangan yang dibuat sebulan sebelum pesawat MH370 terbang.
Bahkan sempat muncul spekulasi, pilot Zaharie menyabotase pesawat sebagai pelampiasan amarah atas pengadilan yang mengadili Anwar Ibrahim dalam kasus sodomi. Zaharie, bahkan disebut-sebut fanatik dengan sosok Anwar.
Namun, Anwar sendiri muak, ketika masalah politik dikait-kaitkan dengan insiden hilangnya pesawat MAS MH370.”Dia (Zaharie) mendukung koalisi multiras kami. Dia mendukung reformasi dan demokrasi. Dia menentang segala bentuk ekstremisme,” kata Anwar kepada media AS itu, kemarin (19/3/2014).
Anwar pun menjelaskan hubungan keluarga dengan pilot Zaharie.”Ia adalah anggota keluarga, tapi tidak terlalu dekat. Tapi dia (putri Anwar) menyebutnya 'paman', panggilan yang cukup umum di sini,” ucap Anwar. ”Tapi Saya tahu dia. Pada dasarnya, (dia) sebagai aktivis partai.”
Ditanya spekulasi, bahwa pilot Zaharie menghadiri sidang pengadilan untuk kasus sodomi yang melibatkan Anwar sebelum menerbangkan pesawat MH370, pemimpin oposisi itu mengaku tidak melihatnya di ruang sidang. Sidang itu digelar 7 Maret 2014. Sedangkan pesawat MH370 terbang pada 8 Maret 2014.
“Dia tidak di (ruang) pengadilan Dia mungkin berada di luar pengadilan Tapi dari informasi apa yang saya kumpulkan, dari banyak rekan-rekan kami, tidak ada yang benar-benar melihat dia pengadilan,” tegas Anwar Ibrahim.
Kepada CNN, Anwar menceritakan hubungannya dengan pilot Zaharie. Pilot tersebut masuk dalam daftar penyelidikan tim investigasi, dengan berbagai kecurigaan. Salah satunya dia menghapus simulator penerbangan yang dibuat sebulan sebelum pesawat MH370 terbang.
Bahkan sempat muncul spekulasi, pilot Zaharie menyabotase pesawat sebagai pelampiasan amarah atas pengadilan yang mengadili Anwar Ibrahim dalam kasus sodomi. Zaharie, bahkan disebut-sebut fanatik dengan sosok Anwar.
Namun, Anwar sendiri muak, ketika masalah politik dikait-kaitkan dengan insiden hilangnya pesawat MAS MH370.”Dia (Zaharie) mendukung koalisi multiras kami. Dia mendukung reformasi dan demokrasi. Dia menentang segala bentuk ekstremisme,” kata Anwar kepada media AS itu, kemarin (19/3/2014).
Anwar pun menjelaskan hubungan keluarga dengan pilot Zaharie.”Ia adalah anggota keluarga, tapi tidak terlalu dekat. Tapi dia (putri Anwar) menyebutnya 'paman', panggilan yang cukup umum di sini,” ucap Anwar. ”Tapi Saya tahu dia. Pada dasarnya, (dia) sebagai aktivis partai.”
Ditanya spekulasi, bahwa pilot Zaharie menghadiri sidang pengadilan untuk kasus sodomi yang melibatkan Anwar sebelum menerbangkan pesawat MH370, pemimpin oposisi itu mengaku tidak melihatnya di ruang sidang. Sidang itu digelar 7 Maret 2014. Sedangkan pesawat MH370 terbang pada 8 Maret 2014.
“Dia tidak di (ruang) pengadilan Dia mungkin berada di luar pengadilan Tapi dari informasi apa yang saya kumpulkan, dari banyak rekan-rekan kami, tidak ada yang benar-benar melihat dia pengadilan,” tegas Anwar Ibrahim.
(mas)