Diduga bunuh sosialita Singapura, WNI ditangkap
Kamis, 20 Maret 2014 - 10:20 WIB
Diduga bunuh sosialita Singapura, WNI ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Nancy Gan, 69, sosialita terkemuka di Singapura ditemukan tewas di kolam renang rumahnya di Bukit Timah. Pembantu rumah tangga asal Indonesia, diduga sebagai pelaku pembunuhan sosialita itu.
Dewi Sukowati, 23—nama pembantu rumah tangga asal Indonesia—telah ditangkap aparat kepolisian Singapura, kemarin. Dia diduga sebagai orang yang menyebabkan Nancy Gan Wan Geok tewas.
Dewi Sukowati, seperti dikutip Straits Times, Kamis (20/3/2014), akan dibawa ke pengadilan hari ini. Sosialita Singapura yang dikenal dermawan itu, tewas Rabu kemarin.
Ibu dari dua anak yang merupakan mantan istri dari mantan politisi Hong Kong, Hilton Cheong - leen, ditemukan tewas di kolam renang dengan mengenakan piyama. “Korban mengalami luka di bagian kepala,” tulis media Singapura itu.
Korban selama ini juga dikenal sebagai pianis yang handal, dan kerap menggelar konser untuk amal.
Di mata teman-teman korban, Nancy, merupakan sosok yang hangat, sederhana dan bersahabat.”Dia bukan tipe orang yang pamer gaun seharga USD10.000 untuk menghadiri sebuah acara,” kata teman korban yang seorang editor berinisial P.
Dewi Sukowati, 23—nama pembantu rumah tangga asal Indonesia—telah ditangkap aparat kepolisian Singapura, kemarin. Dia diduga sebagai orang yang menyebabkan Nancy Gan Wan Geok tewas.
Dewi Sukowati, seperti dikutip Straits Times, Kamis (20/3/2014), akan dibawa ke pengadilan hari ini. Sosialita Singapura yang dikenal dermawan itu, tewas Rabu kemarin.
Ibu dari dua anak yang merupakan mantan istri dari mantan politisi Hong Kong, Hilton Cheong - leen, ditemukan tewas di kolam renang dengan mengenakan piyama. “Korban mengalami luka di bagian kepala,” tulis media Singapura itu.
Korban selama ini juga dikenal sebagai pianis yang handal, dan kerap menggelar konser untuk amal.
Di mata teman-teman korban, Nancy, merupakan sosok yang hangat, sederhana dan bersahabat.”Dia bukan tipe orang yang pamer gaun seharga USD10.000 untuk menghadiri sebuah acara,” kata teman korban yang seorang editor berinisial P.
(mas)