Jerman hentikan pengiriman simulasi tempur ke Rusia
Kamis, 20 Maret 2014 - 03:12 WIB
Jerman hentikan pengiriman simulasi tempur ke Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Jerman melakukan intervensi publik pertama terkait krisis di Ukraina. Pada Rabu (19/3/2014), pemerintah Jerman memerintahkan kontraktor pertahanan Rheinmetall untuk menghentikan pengiriman simulasi tempur ke Rusia.
"Pemerintah Jerman menganggap ekspor pusat simulasi tempur ke Rusia tidak dapat diterima dalam situasi saat ini," jelas Kementerian Ekonomi Jerman dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.
Rheinmetall memiliki kontrak senilai USD139 juta untuk memasok teknologi ke pusat pelatihan tempur Rusia. Di bawah hukum Jerman, pemerintah bisa memveto penjualan ke perusahaan asing jika mereka menimbulkan risiko apapun atas keamanan Jerman.
Selama ini, Jerman memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Rusia. Tapi, Kanselir Angela Merkel telah mengambil peran utama dalam upaya diplomatik untuk menghentikan Presiden Vladimir Putin mengambil alih Crimea dari Ukraina.
Jerman dan sekutu Baratnya telah memberlakukan sanksi tingkat pertama terhadap Rusia, seperti larangan perjalanan, pembekuan aset dan menangguhkan pembicaraan visa . Merkel akan membahas sanksi lebih keras dengan para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan puncak yang dimulai pada Kamis (20/3/2014).
"Pemerintah Jerman menganggap ekspor pusat simulasi tempur ke Rusia tidak dapat diterima dalam situasi saat ini," jelas Kementerian Ekonomi Jerman dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.
Rheinmetall memiliki kontrak senilai USD139 juta untuk memasok teknologi ke pusat pelatihan tempur Rusia. Di bawah hukum Jerman, pemerintah bisa memveto penjualan ke perusahaan asing jika mereka menimbulkan risiko apapun atas keamanan Jerman.
Selama ini, Jerman memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Rusia. Tapi, Kanselir Angela Merkel telah mengambil peran utama dalam upaya diplomatik untuk menghentikan Presiden Vladimir Putin mengambil alih Crimea dari Ukraina.
Jerman dan sekutu Baratnya telah memberlakukan sanksi tingkat pertama terhadap Rusia, seperti larangan perjalanan, pembekuan aset dan menangguhkan pembicaraan visa . Merkel akan membahas sanksi lebih keras dengan para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan puncak yang dimulai pada Kamis (20/3/2014).
(esn)