Sebelum terbang, pilot MH370 hapus simulator buatannya
Rabu, 19 Maret 2014 - 15:12 WIB
Sebelum terbang, pilot MH370 hapus simulator buatannya
A
A
A
Sindonews.com – Data-data simulator buatan pilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, Kapten Pilot Zaharie Ahmad Shah telah dihapus. Padahal data-data simulator itu menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan pesawat yang hilang sejak 12 hari lalu itu.
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pilot Zahari telah menghapus file simulator buatannya baru-baru ini sebelum menerbangkan pesawat yang membawa 239 orang itu.
Hamidi mengatakan, para ahli forensik komputer sedang bekerja untuk mengambil file-file simulator yang telah dihapus itu. Menurutnya, polisi tidak bermaksud menuduh pilot Zaharie dalam insiden hilangnya pesawat itu. Namun, polisi melakukan penyelidikan menyeluruh, baik pilot, awak pesawat dan para penumpang.
”Polisi telah mengundang beberapa operator Boeing 777 dan juga orang-orang yang ahli dalam simulator penerbangan, termasuk pakar teknologi informasi (TI) untuk membantu penyelidikan,” kata Hamidi, dalam konferensi pers, Rabu (19/3/2014), seperti dikutip New Straits Times.
Menteri Malaysia itu menambahkan, bahwa kementerian akan menggelar pertemuan dengan instansi pemerintah terkait guna membahas langkah-langkah untuk meningkatkan pengamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pilot Zahari telah menghapus file simulator buatannya baru-baru ini sebelum menerbangkan pesawat yang membawa 239 orang itu.
Hamidi mengatakan, para ahli forensik komputer sedang bekerja untuk mengambil file-file simulator yang telah dihapus itu. Menurutnya, polisi tidak bermaksud menuduh pilot Zaharie dalam insiden hilangnya pesawat itu. Namun, polisi melakukan penyelidikan menyeluruh, baik pilot, awak pesawat dan para penumpang.
”Polisi telah mengundang beberapa operator Boeing 777 dan juga orang-orang yang ahli dalam simulator penerbangan, termasuk pakar teknologi informasi (TI) untuk membantu penyelidikan,” kata Hamidi, dalam konferensi pers, Rabu (19/3/2014), seperti dikutip New Straits Times.
Menteri Malaysia itu menambahkan, bahwa kementerian akan menggelar pertemuan dengan instansi pemerintah terkait guna membahas langkah-langkah untuk meningkatkan pengamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
(mas)