MH370 diduga disabotase 12 menit sebelum allright, goodnight
Rabu, 19 Maret 2014 - 08:26 WIB
MH370 diduga disabotase 12 menit sebelum allright, goodnight
A
A
A
Sindonews.com – Komputer yang diduga digunakan untuk menyabotase pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 diduga sudah dprogram 12 menit sebelum muncul ucapan “allright, goodnight”. Ucapan itu diketahui berasal dari suara co-pilot Fariq Abdul Hamid.
Laman NBC News, yang mengutip sejumlah sumber peneliti melaporkan bahwa pesawat itu diduga kuat disabotase dengan komputer sebelum co-pilot berkomunikasi terakhir dengan petugas lalu lintas udara.
Seorang mantan penyelidik kecelakaan National Transportation Safety Board (NTSB) dan analis NBC News, Greg Feith mengatakan, “beberapa pilot memprogramkan rencana penerbangan alternatif dalam keadaan darurat”.
”Kami tidak tahu apakah ini adalah rencana alternatif untuk pesawat kembali ke Kuala Lumpur atau ini untuk menyabotase pesawat ke lokasi lain, selain ke Beijing (tujuan pesawat seharusnya),” tulis NBC News, Rabu (19/3/2014).
Sejumlah sumber itu menunjukkan, bahwa sabotase MH370 direncanakan dan dilaksanakan di kokpit sebelum kehilangan kontak dengan petugas lalu lintas udara. Rete penerbangan itu diubah dengan memasukkan petunjuk navigasi ke dalam Sistem Manajemen Penerbangan (FMS).
”Ini akan menjadi skema yang sangat rumit, dan siapa pun yang melakukannya akan membutuhkan pelatihan sangat, sangat luas untuk melakukan ini,” kata Ross Aimer, seorang pensiunan teknisi pada United Airlines yang ahli untuk pesawat Boeing 777.
Laman NBC News, yang mengutip sejumlah sumber peneliti melaporkan bahwa pesawat itu diduga kuat disabotase dengan komputer sebelum co-pilot berkomunikasi terakhir dengan petugas lalu lintas udara.
Seorang mantan penyelidik kecelakaan National Transportation Safety Board (NTSB) dan analis NBC News, Greg Feith mengatakan, “beberapa pilot memprogramkan rencana penerbangan alternatif dalam keadaan darurat”.
”Kami tidak tahu apakah ini adalah rencana alternatif untuk pesawat kembali ke Kuala Lumpur atau ini untuk menyabotase pesawat ke lokasi lain, selain ke Beijing (tujuan pesawat seharusnya),” tulis NBC News, Rabu (19/3/2014).
Sejumlah sumber itu menunjukkan, bahwa sabotase MH370 direncanakan dan dilaksanakan di kokpit sebelum kehilangan kontak dengan petugas lalu lintas udara. Rete penerbangan itu diubah dengan memasukkan petunjuk navigasi ke dalam Sistem Manajemen Penerbangan (FMS).
”Ini akan menjadi skema yang sangat rumit, dan siapa pun yang melakukannya akan membutuhkan pelatihan sangat, sangat luas untuk melakukan ini,” kata Ross Aimer, seorang pensiunan teknisi pada United Airlines yang ahli untuk pesawat Boeing 777.
(mas)