Beda info soal ACARS MH370, keterangan Malaysia kian kacau

Selasa, 18 Maret 2014 - 11:48 WIB
Beda info soal ACARS...
Beda info soal ACARS MH370, keterangan Malaysia kian kacau
A A A
Sindonews.com – Keterangan dari otoritas Malaysia kembali kacau. Kali ini, keterangan dari Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein berbeda dengan pihak Malaysia Airlines (MAS) soal dimatikannya ACARS pesawat MH370.

CEO MAS, Ahmad Jauhari Yahya mengatakan pada konferensi pers kemarin, bahwa tidak jelas kapan tepatnya salah satu sistem pelacakan otomatis pesawat itu telah dinonaktifkan. Namun, dia meyakinkan publik bahwa suara terakhir dari pesawat; ”allright, goodnight” diucapkan oleh co –pilot Fariq Abdul Hamid.

ACARS merupakan singkatan dari Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) atau alat komunikasi dan sistem pelaporan tentang kondisi pesawat. Alat itu sengaja dimatikan seseorang di dalam pesawat sehingga tidak terdeteksi petugas lalu lintas udara.

Pernyataan Jauhari bahwa tidak jelas kapan ACARS dimatikan, bertentangan dengan pernyataan Menteri Pertahanan yang juga Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein. Sebab, Hishammuddin sebelumnya dengan jelas menyebut, sistem komunikasi telah dimatikan pada pukul 01.07 pada tanggal 8 Maret 2014.

Jauhari mengatakan dalam konferensi pers kemarin bahwa ACARS bekerja secara normal pada 01.07 tetapi kemudian gagal untuk mengirim laporan terbaru berikutnya pada pukul 01.37. ”Kami tidak tahu kapan sistem ACARS dimatikan,” ucap Jauhari.

Hishammuddin sendiri bersikeras, pernyataannya itu berdasarkan fakta. ”Apa yang saya katakan kemarin didasarkan pada fakta, dikuatkan dan diverifikasi,” ujarnya.

Sementara pihak Putrajaya (Malaysia) juga membantah laporan, bahwa Malaysia telah menolak bantuan dari lembaga-lembaga hukum internasional dan bekerja sama dengan FBI dan Interpol sejak hari pertama pencarian pesawat.


Reuters, pada Selasa (18/3/2014) melaporkan bahwa beberapa pejabat AS telah menyatakan frustrasi pada penanganan Malaysia dalam penyelidikan pesawat.Laporan itu mempertegas, bahwa otortitas Malaysia belum secara resmi mengundang FBI, sehingga AS bimbang untuk total membantu pencarian pesawat yang membawa 239 orang itu.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
19 menit yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
1 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
2 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
3 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
4 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
12 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved