Tak mustahil MH370 bermanuver ekstrem di malam buta
Selasa, 18 Maret 2014 - 10:46 WIB
Tak mustahil MH370 bermanuver ekstrem di malam buta
A
A
A
Sindonews.com – Para pilot dan mantan pilot tidak mengabaikan analisa yang menyebut, pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 diterbangkan rendah dengan teknik ekstrem untuk mengindari pantauan radar.
Menurut mereka, pesawat sama halnya dengan mobil yang bisa dikendalikan pilot sesuka hati. Bahkan, pilot juga mampu bermanuver dengan teknik ekstrem atau “terrain masking” meski pada malam buta.
Beberapa mantan pilot militer, yang menjadi pilot pesawat komersial setelah pensiun, setuju dengan analisa para peneliti bahwa kemungkinan pesawat MAS MH370 diterbangkan rendah, yakni sekitar 5.000 kaki untuk menghindari pantauan radar tiga negara.
”Sebuah pesawat sangat mirip dengan mobil. Dapat terbang ke mana saja sesuai yang diinginkan pilot. Tidak ada yang bisa menghentikannya selama pilot cukup berani,” kata seorang pilot, yang berbicara dengan syarat anonim kepada New Straits Times, Selasa (18/3/2014) .
Manuver “terrain masking” adalah teknik terbang ekstrem yang dilakukan pilot untuk menghindari pantauan radar aktif. Teknik ini biasanya digunakan oleh pilot militer yang menerbangkan pesawat menuju ke lokasi yang ditargetkan secara diam-diam.
Kendati demikian, tidak semua pesawat bisa bermanuver ekstrem seperti itu. ”Pilot hanya bisa (menerbangkan) dengan jalur penerbangan sesuai batas dan kemampuan pesawat,” ujar pilot yang pernah menjadi pilot pesawat militer itu.
Pilot lain, yang juga minta berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pesawat bermanuver di malam buta, mungkin saja terjadi jika pilot tersebut sudah memiliki perencanaan yang baik.
”Untuk merencanakan pada ketinggian yang tepat, pilot hanya perlu tahu puncak tertinggi, rintangan atau medan sepanjang jalur penerbangan dan menambah jarak ketinggian 1.500 meter untuk keselamatan.”
Polisi belum mendalami dugaan analisa itu. Namun, mereka telah menyelidiki pilot pesawat MH370. CEO MAS, Ahmad Jauhari, juga telah memberikan manifest penumpang kepada untuk penyelidikan.
”Kita tahu latar belakang dari kru, dan sekarang polisi sedang melakukan pemeriksaan latar belakang pada penumpang,” kata Jauhari, seperti dilansir The Star.
Menurut mereka, pesawat sama halnya dengan mobil yang bisa dikendalikan pilot sesuka hati. Bahkan, pilot juga mampu bermanuver dengan teknik ekstrem atau “terrain masking” meski pada malam buta.
Beberapa mantan pilot militer, yang menjadi pilot pesawat komersial setelah pensiun, setuju dengan analisa para peneliti bahwa kemungkinan pesawat MAS MH370 diterbangkan rendah, yakni sekitar 5.000 kaki untuk menghindari pantauan radar tiga negara.
”Sebuah pesawat sangat mirip dengan mobil. Dapat terbang ke mana saja sesuai yang diinginkan pilot. Tidak ada yang bisa menghentikannya selama pilot cukup berani,” kata seorang pilot, yang berbicara dengan syarat anonim kepada New Straits Times, Selasa (18/3/2014) .
Manuver “terrain masking” adalah teknik terbang ekstrem yang dilakukan pilot untuk menghindari pantauan radar aktif. Teknik ini biasanya digunakan oleh pilot militer yang menerbangkan pesawat menuju ke lokasi yang ditargetkan secara diam-diam.
Kendati demikian, tidak semua pesawat bisa bermanuver ekstrem seperti itu. ”Pilot hanya bisa (menerbangkan) dengan jalur penerbangan sesuai batas dan kemampuan pesawat,” ujar pilot yang pernah menjadi pilot pesawat militer itu.
Pilot lain, yang juga minta berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pesawat bermanuver di malam buta, mungkin saja terjadi jika pilot tersebut sudah memiliki perencanaan yang baik.
”Untuk merencanakan pada ketinggian yang tepat, pilot hanya perlu tahu puncak tertinggi, rintangan atau medan sepanjang jalur penerbangan dan menambah jarak ketinggian 1.500 meter untuk keselamatan.”
Polisi belum mendalami dugaan analisa itu. Namun, mereka telah menyelidiki pilot pesawat MH370. CEO MAS, Ahmad Jauhari, juga telah memberikan manifest penumpang kepada untuk penyelidikan.
”Kita tahu latar belakang dari kru, dan sekarang polisi sedang melakukan pemeriksaan latar belakang pada penumpang,” kata Jauhari, seperti dilansir The Star.
(mas)