Bom mobil di Akademi Militer Benghazi tewaskan 8 orang
Selasa, 18 Maret 2014 - 03:16 WIB
Bom mobil di Akademi Militer Benghazi tewaskan 8 orang
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah bom mobil meledak di sebuah Akademi Militer Libya di kota Benghazi, Senin (17/3/2014). Ledakan bom ini menewaskan sedikitnya 8 orang dan melukai lebih dari selusin lainnya.
Seperti dilaporkan Reuters, bom mobil pertama meledak di depan gerbang Akademi Militer ketika orang-orang hendak meninggalkan upacara wisuda di akademi itu. “Satu atau dua bom lainnya meledak hampir pada saat yang bersamaan,” jelas para pejabat keamanan setempat.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman di Benghazi, kota di mana Angkatan Bersenjata Libya telah memerangi militan dari kelompok-kelompok Islam garis keras, seperti Ansar al Syariah yang dinyatakan sebagai organisasi teroris asing oleh Amerika Serikat.
Hingga kini, Benghazi memang masih terus bergolak akibat lemahnya kontrol pemerintah Libya dalam mengendalikan kelompok-kelompok bersenjata, milisi, dan brigade mantan pemberontak yang pernah berjuang menumbangkan rezim Muammar Gaddafi. Kelompok-kelompok bersenjata ini menolak untuk meletakkan senjata .
Akibat kondisi ini, sebagian besar negara telah menutup konsulat mereka di Benghazi dan beberapa maskapai penerbangan asing telah berhenti terbang ke kota itu.
Seperti dilaporkan Reuters, bom mobil pertama meledak di depan gerbang Akademi Militer ketika orang-orang hendak meninggalkan upacara wisuda di akademi itu. “Satu atau dua bom lainnya meledak hampir pada saat yang bersamaan,” jelas para pejabat keamanan setempat.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman di Benghazi, kota di mana Angkatan Bersenjata Libya telah memerangi militan dari kelompok-kelompok Islam garis keras, seperti Ansar al Syariah yang dinyatakan sebagai organisasi teroris asing oleh Amerika Serikat.
Hingga kini, Benghazi memang masih terus bergolak akibat lemahnya kontrol pemerintah Libya dalam mengendalikan kelompok-kelompok bersenjata, milisi, dan brigade mantan pemberontak yang pernah berjuang menumbangkan rezim Muammar Gaddafi. Kelompok-kelompok bersenjata ini menolak untuk meletakkan senjata .
Akibat kondisi ini, sebagian besar negara telah menutup konsulat mereka di Benghazi dan beberapa maskapai penerbangan asing telah berhenti terbang ke kota itu.
(esn)