Terkait pencarian MH370, Malaysia berada dalam tekanan
Minggu, 16 Maret 2014 - 17:40 WIB
Terkait pencarian MH370, Malaysia berada dalam tekanan
A
A
A
Sindonews.com – China kembali mengeluarkan kritik tehadap Pemerintah Malaysia yang dianggap lamban dan membuang-buang waktu dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
Pihak China mengatakan, bahwa Malaysia menyiakan-nyiakan waktu dan sumber daya yang berharga karena baru mengeluarkan informasi yang amat penting seminggu setelah pesawat nahas tersebut hilang.
"Tak bisa dipungkiri, bahwa pengungkapan informasi penting tersebut sangat terlambat," ungkap editorial Xinhua yang merupakan media asal negara tirai bambu tersebut. Editorial tersebut juga mengungkapkan, bahwa Malaysia telah “menyiksa” keluarga korban selama satu pekan terakhir dengan informasi yang terlambat.
Masyarakat China sepertinya memendam rasa kecewa dan amarah akibat lambannya penanganan pemerintah Malaysia dalam pencarian pesawat MAS MH370. Kekhawatiran China ini bisa dimaklumi karena sebagian besar penumpang dalam pesawat tersebut adalah warga negara China.
Kemarahan tersebut telihat pula di antara pengguna jaringan micro blogging Weibo. "Perilaku Pemerintah Malaysia dalam urusan ini dapat diringkas dalam satu kata yaitu: Menipu," ungkap salah satu komentar penggguna media sosial asal China tersebut, seperti dilansir Chanel News Asia, Minggu (16/3/2014).
Kemarahan ini muncul setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumukan, bahwa kemungkinan besar pesawat tersebut memang sengaja dialihkan dan komunikasi terakhir dengan pesawat tersebut terjadi pukul 08.10 pagi. Sebelumnya, pihak Malaysia mengumumkan komunikasi tekahir terjadi pukul satu dini hari.
Pihak China mengatakan, bahwa Malaysia menyiakan-nyiakan waktu dan sumber daya yang berharga karena baru mengeluarkan informasi yang amat penting seminggu setelah pesawat nahas tersebut hilang.
"Tak bisa dipungkiri, bahwa pengungkapan informasi penting tersebut sangat terlambat," ungkap editorial Xinhua yang merupakan media asal negara tirai bambu tersebut. Editorial tersebut juga mengungkapkan, bahwa Malaysia telah “menyiksa” keluarga korban selama satu pekan terakhir dengan informasi yang terlambat.
Masyarakat China sepertinya memendam rasa kecewa dan amarah akibat lambannya penanganan pemerintah Malaysia dalam pencarian pesawat MAS MH370. Kekhawatiran China ini bisa dimaklumi karena sebagian besar penumpang dalam pesawat tersebut adalah warga negara China.
Kemarahan tersebut telihat pula di antara pengguna jaringan micro blogging Weibo. "Perilaku Pemerintah Malaysia dalam urusan ini dapat diringkas dalam satu kata yaitu: Menipu," ungkap salah satu komentar penggguna media sosial asal China tersebut, seperti dilansir Chanel News Asia, Minggu (16/3/2014).
Kemarahan ini muncul setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumukan, bahwa kemungkinan besar pesawat tersebut memang sengaja dialihkan dan komunikasi terakhir dengan pesawat tersebut terjadi pukul 08.10 pagi. Sebelumnya, pihak Malaysia mengumumkan komunikasi tekahir terjadi pukul satu dini hari.
(esn)