Angkatan Laut Thailand tunda pencarian MH370
Minggu, 16 Maret 2014 - 10:53 WIB
Angkatan Laut Thailand tunda pencarian MH370
A
A
A
Sindonews.com – Angkatan Laut Thailand menangguhkan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Teluk Thailand dan Laut Andaman. Keputusan itu muncul setelah keluarnya pernyataan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, pada Sabtu (15/3/2014) sore soal MH370.
Menurut Najib, pihak berwenang telah menemukan data baru soal jalur penerbangan MH370, yang kemungkinan mengarah ke dua koridor baru. Termasuk koridor utara yang membentang dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan ke Thailand utara. Satu koridor lainnya membentang dari Indonesia ke selatan Samudera Hindia.
“Operasi pencarian Angkatan dimulai pada awal pekan lalu, melibatkan dua pesawat patroli dan kapal patroli terpasang dengan helikopter, belum menemukan jejak penerbangan,” jelas juru bicara Angkatan Laut Thailand, Karn Dee-ubon.
“Tapi, empat kapal patroli masih stand-by, dan mereka siap untuk melanjutkan misi pencarian, jika Pemerintah Malaysia membuat permintaan baru untuk bantuan,” lanjut Karn, seperti dikutip dari Xinhua.
Sementara itu, Angkatan Udara Thailand melaporkan, setelah adanya informasi baru menunjukkan bahwa pesawat itu bisa terbang di atas bagian utara Thailand.
"Informasi kami terbaru dari sistem radar yang berada di Hat Yai, Angkatan Udara mendeteksi MH370 terbang keluar dari Kuala Lumpur, Malaysia. Itu adalah pertama dan terakhir kalinya kami mendeteksi MH370," kata juru bicara Angkatan Udara Thailand, AM Monthon Sutchukorn, pada Bangkok Post.
“Jika pesawat memasuki wilayah udara Thailand tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Angkatan Udara akan diberitahu oleh Pengendali Lalu Lintas Udara dari Aeronautical Radio of Thailand,” kata Monthon. “Angkatan udara juga memiliki sistem radar sendiri untuk mendeteksi pesawat yang masuk ke Thailand tanpa izin,” lanjutnya.
Menurut Najib, pihak berwenang telah menemukan data baru soal jalur penerbangan MH370, yang kemungkinan mengarah ke dua koridor baru. Termasuk koridor utara yang membentang dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan ke Thailand utara. Satu koridor lainnya membentang dari Indonesia ke selatan Samudera Hindia.
“Operasi pencarian Angkatan dimulai pada awal pekan lalu, melibatkan dua pesawat patroli dan kapal patroli terpasang dengan helikopter, belum menemukan jejak penerbangan,” jelas juru bicara Angkatan Laut Thailand, Karn Dee-ubon.
“Tapi, empat kapal patroli masih stand-by, dan mereka siap untuk melanjutkan misi pencarian, jika Pemerintah Malaysia membuat permintaan baru untuk bantuan,” lanjut Karn, seperti dikutip dari Xinhua.
Sementara itu, Angkatan Udara Thailand melaporkan, setelah adanya informasi baru menunjukkan bahwa pesawat itu bisa terbang di atas bagian utara Thailand.
"Informasi kami terbaru dari sistem radar yang berada di Hat Yai, Angkatan Udara mendeteksi MH370 terbang keluar dari Kuala Lumpur, Malaysia. Itu adalah pertama dan terakhir kalinya kami mendeteksi MH370," kata juru bicara Angkatan Udara Thailand, AM Monthon Sutchukorn, pada Bangkok Post.
“Jika pesawat memasuki wilayah udara Thailand tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Angkatan Udara akan diberitahu oleh Pengendali Lalu Lintas Udara dari Aeronautical Radio of Thailand,” kata Monthon. “Angkatan udara juga memiliki sistem radar sendiri untuk mendeteksi pesawat yang masuk ke Thailand tanpa izin,” lanjutnya.
(esn)