Kerabat penumpang China berharap MAS MH370 benar dibajak
Sabtu, 15 Maret 2014 - 04:36 WIB
Kerabat penumpang China berharap MAS MH370 benar dibajak
A
A
A
Sindonews.com – Kerabat penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 asal China berharap pesawat itu benar dibajak. Dengan demikian, ada secuil harapan orang-orang yang mereka cintai masih hidup saat ini.
"Kami ingin tahu, apakah ada kemungkinan bahwa pesawat itu telah dibajak, yang sekarang menjadi apa yang kami harapkan,” kata seorang wanita kerabat penumpang MAS MH370 asal China saat bertemu dengan para pejabat MAS.
Emosi para keluarga penumpang memuncak pada pertemuan ini. Mereka menuntut jawaban dari militer Malaysia yang sempat menyebut pesawat itu berbalik arah, dari Laut China Selatan ke daratan Malaysia. Hal ini memungkinkan dugaan, kalau pesawat itu telah diambil alih oleh pihak lain.
"Telah dilaporkan bahwa pesawat itu terbang pada ketinggian 9.000 meter, padahal seharusnya terbang di ketinggian 10 ribu meter. Hal ini menunjukkan bahwa pesawat itu berbalik arah," kata salah satu kerabat penumpang, seperti dikutip dari AFP.
Sementara seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan, penyidik sedang memeriksa kemungkinan bahwa seseorang di dalam pesawat telah menyebabkan hilangnya MAS MH370. Dan, mungkin telah terjadi tindakan pembajakan.
Pejabat yang tak disebutkan namanya itu mengatakan pada kantor berita AP, bukti kunci adanya campur tangan manusia dalam hilangnya pesawat itu adalah bahwa kontak dengan transponder yang berhenti sekitar 12 menit sebelum sistem pesan keluar.
Pejabat itu juga mengatakan, bahwa mungkin saja pesawat itu mendarat di suatu tempat. Teori ini didukung oleh sistem komunikasi lain di pesawat ituyang terus mengirim "ping" ke satelit selama sekitar empat jam, setelah hilangnya kontak MAS MH370 dengan menara pengawas udara.
"Kami ingin tahu, apakah ada kemungkinan bahwa pesawat itu telah dibajak, yang sekarang menjadi apa yang kami harapkan,” kata seorang wanita kerabat penumpang MAS MH370 asal China saat bertemu dengan para pejabat MAS.
Emosi para keluarga penumpang memuncak pada pertemuan ini. Mereka menuntut jawaban dari militer Malaysia yang sempat menyebut pesawat itu berbalik arah, dari Laut China Selatan ke daratan Malaysia. Hal ini memungkinkan dugaan, kalau pesawat itu telah diambil alih oleh pihak lain.
"Telah dilaporkan bahwa pesawat itu terbang pada ketinggian 9.000 meter, padahal seharusnya terbang di ketinggian 10 ribu meter. Hal ini menunjukkan bahwa pesawat itu berbalik arah," kata salah satu kerabat penumpang, seperti dikutip dari AFP.
Sementara seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan, penyidik sedang memeriksa kemungkinan bahwa seseorang di dalam pesawat telah menyebabkan hilangnya MAS MH370. Dan, mungkin telah terjadi tindakan pembajakan.
Pejabat yang tak disebutkan namanya itu mengatakan pada kantor berita AP, bukti kunci adanya campur tangan manusia dalam hilangnya pesawat itu adalah bahwa kontak dengan transponder yang berhenti sekitar 12 menit sebelum sistem pesan keluar.
Pejabat itu juga mengatakan, bahwa mungkin saja pesawat itu mendarat di suatu tempat. Teori ini didukung oleh sistem komunikasi lain di pesawat ituyang terus mengirim "ping" ke satelit selama sekitar empat jam, setelah hilangnya kontak MAS MH370 dengan menara pengawas udara.
(esn)