Sebelum bertemu Lavrov, Kerry kunjungi PM Inggris.
Jum'at, 14 Maret 2014 - 19:04 WIB
Sebelum bertemu Lavrov, Kerry kunjungi PM Inggris.
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), John Kerry, telah tiba di London untuk melakukan pembicaraan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov terkait krisis yang terjadi di Ukraina.
Sebelum bertemu Lavrov, Kerry melakukan kunjungan ke Perdana Menteri Inggris, David Cameron di kediamannya di Downing Street.
Sama halnya dengan Kerry, Cameron mendesak Rusia dan Ukraina untuk bernegosiasi lebih dalam soal Crimea dan memperingatkan bahwa kegagalan untuk melakukannya dapat memicu sanksi dari Barat
"Kami ingin melihat kemajuan sebanyak yang Anda lakukan. Kami ingin melihat Ukraina dan Rusia berbicara satu sama lain. Dan jika mereka tidak mau, maka akan ada konsekuensinya," ungkap Cameron, seperti dilansir Chanel News Asia, Jumat (14/3/2014).
"Mudah-mudahan, saya pikir kita semua berharap bahwa kita tidak bisa didorong ke tempat di mana kita harus melakukan semua ini. Tapi kita akan melihat apa yang terjadi," ungkap Kerry menambahkan perkataan Cameron.
Fokus dunia Internasional kini sedang tertuju pada referendum Crimea yang akan digelar pada 16 Maret mendatang. Referendum tersebut akan menentukan apakan Crimea akan bergabung bersama Rusia, atau tetap bersama Ukraina.
Sebelum bertemu Lavrov, Kerry melakukan kunjungan ke Perdana Menteri Inggris, David Cameron di kediamannya di Downing Street.
Sama halnya dengan Kerry, Cameron mendesak Rusia dan Ukraina untuk bernegosiasi lebih dalam soal Crimea dan memperingatkan bahwa kegagalan untuk melakukannya dapat memicu sanksi dari Barat
"Kami ingin melihat kemajuan sebanyak yang Anda lakukan. Kami ingin melihat Ukraina dan Rusia berbicara satu sama lain. Dan jika mereka tidak mau, maka akan ada konsekuensinya," ungkap Cameron, seperti dilansir Chanel News Asia, Jumat (14/3/2014).
"Mudah-mudahan, saya pikir kita semua berharap bahwa kita tidak bisa didorong ke tempat di mana kita harus melakukan semua ini. Tapi kita akan melihat apa yang terjadi," ungkap Kerry menambahkan perkataan Cameron.
Fokus dunia Internasional kini sedang tertuju pada referendum Crimea yang akan digelar pada 16 Maret mendatang. Referendum tersebut akan menentukan apakan Crimea akan bergabung bersama Rusia, atau tetap bersama Ukraina.
(esn)