Korban dua gedung ambruk di New York bertambah
Jum'at, 14 Maret 2014 - 18:18 WIB
Korban dua gedung ambruk di New York bertambah
A
A
A
Sindonews.com – Tim penyelamat berhasil menemukan kembali korban tewas dalam ambruknya dua gedung di Manhattan, New York. Dengan kembali ditemukannya mayat, korban tewas bertambah menjadi delapan orang.
Korban tewas terdiri atas lima wanita dan tiga pria. Pihak kepolisian mengatakan, kemungkinan jumlah korban bertambah sangat besar, mengingat masih banyak korban hilang yang belum ditemukan
dalam reruntuhan gedung tersebut.
Walikota New York, Bill de Blasio mengatakan, dia berharap korban selamat mungkin masih dapat ditemukan, walaupun kemungkinannya kecil, mengingat kerusakan yang terjadi pada dua gedung tersebut.
"Kami terus berharap operasi penyelamatan menemukan korban yang masih hidup. Mari saya mengingatkan semua orang di sini, operasi penyelamatan ini akan terus berlangsung untuk batas waktu yang tidak ditentukan,” Blasio menambahkan, seperti dilansir Chanel News Asia, Jumat (13/3/2014).
Dua gedung tersebut ambruk Kamis lalu, sebelumnya warga setempat sempat menganggap ini adalah serang teror karena trauma tragedi 9/11. Namun, pihak kepolisian langsung menampik hal tersebut dan mengatakan bahwa kejadian tersebut diakibatan kebocoran gas.
Korban tewas terdiri atas lima wanita dan tiga pria. Pihak kepolisian mengatakan, kemungkinan jumlah korban bertambah sangat besar, mengingat masih banyak korban hilang yang belum ditemukan
dalam reruntuhan gedung tersebut.
Walikota New York, Bill de Blasio mengatakan, dia berharap korban selamat mungkin masih dapat ditemukan, walaupun kemungkinannya kecil, mengingat kerusakan yang terjadi pada dua gedung tersebut.
"Kami terus berharap operasi penyelamatan menemukan korban yang masih hidup. Mari saya mengingatkan semua orang di sini, operasi penyelamatan ini akan terus berlangsung untuk batas waktu yang tidak ditentukan,” Blasio menambahkan, seperti dilansir Chanel News Asia, Jumat (13/3/2014).
Dua gedung tersebut ambruk Kamis lalu, sebelumnya warga setempat sempat menganggap ini adalah serang teror karena trauma tragedi 9/11. Namun, pihak kepolisian langsung menampik hal tersebut dan mengatakan bahwa kejadian tersebut diakibatan kebocoran gas.
(esn)