Empat jam di udara, transponder MH370 sengaja dimatikan?
Kamis, 13 Maret 2014 - 14:25 WIB
Empat jam di udara, transponder MH370 sengaja dimatikan?
A
A
A
Sindonews.com - Para peneliti dari Amerika Serikat (AS), menduga, pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 bertahan di udara selama empat jam sebelum akhirnya hilang misterius. Peneliti itu menduga transponder pesawat MH370 sengaja dimatikan seseorang dan pesawat dialihkan ke lokasi lain.
Dengan dimatikan dan dialihkan itu, pesawat MH370 tidak bisa terlacak. Demikian laporan Wall Street Journal (WSJ) Kamis (13/3/2014), mengutip keterangan dua peneliti yang ahli dalam masalah itu.
”Pengungkapan terbaru yang dipimpin para peneliti AS, mengekplorasi kemungkinan bahwa seseorang sengaja mematikan transponder dan pesawat dialihkan ke ke lokasi lain,” tulis WSJ.
Dengan analisa itu, ada kemungkinan, bahwa pesawat dengan 239 orang di dalamnya bisa diterbangkan untuk jarak tambahan hingga 2.200 mil (3.500 km). Dengan tambahan jarak itu, pesawat berpotensi terbang mencapai perbatasan Pakistan.”Atau bahkan ke Laut Arab,” lanjut laporan WSJ.
Dalam pantauan radar terakhir, pesawat terpantau terbang di Teluk Thailand, pada pukul 01.30 hari Sabtu, atau kurang dari satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Peneliti Aviation dan pejabat Keamanan Nasional AS percaya, pesawat bisa terbang dengan total waktu lima jam. Para pejabat kontraterorisme AS juga mengejar kemungkinan bahwa pilot atau orang lain di dalam pesawat mungkin sengaja mematikan transponder untuk menghindari radar.
Namun, Pihak Malaysia Airlines menolak spekulasi yang menyebut, kru atau awak pesawat sengaja menghilangkan pesawat MH370. Penolakan spekulasi itu, disampaikan Hugh Dunleavy, Direktur Komersial Malaysia Airlines kepada Reuters.
”Kita tidak punya alasan untuk percaya bahwa ada sesuatu, tindakan apapun, secara internal oleh kru yang menyebabkan hilangnya pesawat ini,” katanya.
Dengan dimatikan dan dialihkan itu, pesawat MH370 tidak bisa terlacak. Demikian laporan Wall Street Journal (WSJ) Kamis (13/3/2014), mengutip keterangan dua peneliti yang ahli dalam masalah itu.
”Pengungkapan terbaru yang dipimpin para peneliti AS, mengekplorasi kemungkinan bahwa seseorang sengaja mematikan transponder dan pesawat dialihkan ke ke lokasi lain,” tulis WSJ.
Dengan analisa itu, ada kemungkinan, bahwa pesawat dengan 239 orang di dalamnya bisa diterbangkan untuk jarak tambahan hingga 2.200 mil (3.500 km). Dengan tambahan jarak itu, pesawat berpotensi terbang mencapai perbatasan Pakistan.”Atau bahkan ke Laut Arab,” lanjut laporan WSJ.
Dalam pantauan radar terakhir, pesawat terpantau terbang di Teluk Thailand, pada pukul 01.30 hari Sabtu, atau kurang dari satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Peneliti Aviation dan pejabat Keamanan Nasional AS percaya, pesawat bisa terbang dengan total waktu lima jam. Para pejabat kontraterorisme AS juga mengejar kemungkinan bahwa pilot atau orang lain di dalam pesawat mungkin sengaja mematikan transponder untuk menghindari radar.
Namun, Pihak Malaysia Airlines menolak spekulasi yang menyebut, kru atau awak pesawat sengaja menghilangkan pesawat MH370. Penolakan spekulasi itu, disampaikan Hugh Dunleavy, Direktur Komersial Malaysia Airlines kepada Reuters.
”Kita tidak punya alasan untuk percaya bahwa ada sesuatu, tindakan apapun, secara internal oleh kru yang menyebabkan hilangnya pesawat ini,” katanya.
(mas)