CIA curiga pilot MAS MH370 lakukan aksi bunuh diri
Rabu, 12 Maret 2014 - 23:40 WIB
CIA curiga pilot MAS MH370 lakukan aksi bunuh diri
A
A
A
Sindonews.com – Muncul spekulasi terbaru terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Kali ini datang dari Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA, yang membuat sebuah spekulasi yang cukup mengangetkan. CIA menuduh pilot MH370 melakukan aksi bunuh diri.
"Pihak berwenang terus menyelidiki kemungkinan bahwa pilot dari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 melakukan tindak bunuh diri," ungkap Direktur CIA John Brennan.
"Saya kira kita tidak bisa meninggalkan satu teori apa pun," ungkap Brennan, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (12/3/2014).
Spekulasi ini muncul setelah pihak Malaysia mulai memeriksa profil kejiwaan seluruh penumpang dan awak pesawat MAS H370. Teori ini juga muncul karena kontak dengan pesawat tiba-tiba hilang dan tidak ada tanda bahaya dari pilot. Sang pilot dianggap sengaja mematikan jalur komunikasi.
"Saat ini kita harus sabar dan menunggu pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan. Ada banyak pertanyaan. Siapa yang memiliki kemampuan untuk mematikan pemancar? Bagaimana tindakan semacam itu tidak terdeteksi?" Brennan menambahkan.
Pencarian pesawat tersebut sudah diperluas oleh pihak Malaysia hingga ke daerah terjauh yang mencakup laut Andaman. Hingga hari kelima pencarian, belum ada tanda-tanda dari pesawat yang diklaim paling aman tersebut.
"Pihak berwenang terus menyelidiki kemungkinan bahwa pilot dari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 melakukan tindak bunuh diri," ungkap Direktur CIA John Brennan.
"Saya kira kita tidak bisa meninggalkan satu teori apa pun," ungkap Brennan, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (12/3/2014).
Spekulasi ini muncul setelah pihak Malaysia mulai memeriksa profil kejiwaan seluruh penumpang dan awak pesawat MAS H370. Teori ini juga muncul karena kontak dengan pesawat tiba-tiba hilang dan tidak ada tanda bahaya dari pilot. Sang pilot dianggap sengaja mematikan jalur komunikasi.
"Saat ini kita harus sabar dan menunggu pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan. Ada banyak pertanyaan. Siapa yang memiliki kemampuan untuk mematikan pemancar? Bagaimana tindakan semacam itu tidak terdeteksi?" Brennan menambahkan.
Pencarian pesawat tersebut sudah diperluas oleh pihak Malaysia hingga ke daerah terjauh yang mencakup laut Andaman. Hingga hari kelima pencarian, belum ada tanda-tanda dari pesawat yang diklaim paling aman tersebut.
(esn)