Pesawat MAS pernah patah sayap dan jatuh
Senin, 10 Maret 2014 - 14:09 WIB
Pesawat MAS pernah patah sayap dan jatuh
A
A
A
Sindonews.com – Pihak Malaysia Airlines (MAS) ternyata memiliki catatan kelam dengan pesawat Boeing-nya sebelum tragedi hilangnya pesawat MH370 Sabtu lalu. Salah satu tragedi itu, antara lain insiden tabrakan di bandara yang membuat sayap pesawat patah.
Insiden sayap pesawat MAS patah itu terjadi tahun 2012. Kala itu, pesawat MAS bertabrakan dengan pesawat lainnya di Bandara Internasional Pudong, Shanghai.
”Pesawat itu pernah terpotong ujung sayapnya. Bagian yang rusak itu sekitar satu meter panjangnya,” kata CEO MAS, Ahmad Jauhari Yahya, seperti diberitakan koran-sindo.com, Senin (10/3/2014).
Namun, lanjut Yahya, pesawat itu langsung diperbaiki pihak Boeing dan telah diperiksa oleh berbagai otoritas, sehingga dinyatakan aman terbang.
Sementara itu, hilangnya pesawat MAS MH370, juga mengingatkan insiden jatuhnya pesawat Air France pada 1 Juni 2009 di Samudra Atlantik. Tragedi itu menewaskan 228 orang yang berada di dalam pesawat. Namun, dua hari kemudian, serpihan pesawat itu ditemukan.
Di Indonesia sendiri, kasus ini mirip hilangnya pesawat Adam Air yang diduga jatuh di Perairan Majene Sulawesi Barat 1 Januari 2007 yang hingga kini juga belum ditemukan.
Sementara itu, Pihak MAS di Bandara International Soekarno- Hatta belum bisa memastikan kabar adanya penumpang gelap atau serangan teroris yang menyebabkan hilangnya pesawatnya tersebut.
”Kabar yang selama ini beredar di media antara lain penyebab hilangnya pesawat sampai adanya penumpang gelap. Itu semua belum bisa dibuktikan, hanya rumor,” kata Manajer Malaysia Airlines Bandara Soekarno-Hatta, Abdul Shukor Saleh.
Insiden sayap pesawat MAS patah itu terjadi tahun 2012. Kala itu, pesawat MAS bertabrakan dengan pesawat lainnya di Bandara Internasional Pudong, Shanghai.
”Pesawat itu pernah terpotong ujung sayapnya. Bagian yang rusak itu sekitar satu meter panjangnya,” kata CEO MAS, Ahmad Jauhari Yahya, seperti diberitakan koran-sindo.com, Senin (10/3/2014).
Namun, lanjut Yahya, pesawat itu langsung diperbaiki pihak Boeing dan telah diperiksa oleh berbagai otoritas, sehingga dinyatakan aman terbang.
Sementara itu, hilangnya pesawat MAS MH370, juga mengingatkan insiden jatuhnya pesawat Air France pada 1 Juni 2009 di Samudra Atlantik. Tragedi itu menewaskan 228 orang yang berada di dalam pesawat. Namun, dua hari kemudian, serpihan pesawat itu ditemukan.
Di Indonesia sendiri, kasus ini mirip hilangnya pesawat Adam Air yang diduga jatuh di Perairan Majene Sulawesi Barat 1 Januari 2007 yang hingga kini juga belum ditemukan.
Sementara itu, Pihak MAS di Bandara International Soekarno- Hatta belum bisa memastikan kabar adanya penumpang gelap atau serangan teroris yang menyebabkan hilangnya pesawatnya tersebut.
”Kabar yang selama ini beredar di media antara lain penyebab hilangnya pesawat sampai adanya penumpang gelap. Itu semua belum bisa dibuktikan, hanya rumor,” kata Manajer Malaysia Airlines Bandara Soekarno-Hatta, Abdul Shukor Saleh.
(mas)