Petugas Bandara KLIA dinilai lengah
Minggu, 09 Maret 2014 - 21:44 WIB
Petugas Bandara KLIA dinilai lengah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Malaysia saat ini sedang meneliti rekaman CCTV dan mempertanyakan kewaspadaan petugas imigrasi dan keamanan di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA). Langkah ini diambil setelah dua orang dengan paspor palsu bisa lolos dari pemeriksaan dan masuk ke pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
Peneliti Malaysia dibantu oleh FBI sedang menyelidiki identitas empat penumpang yang diduga menggunakan paspor palsu.
"Kami telah mengerahkan para peneyidik kita untuk melihat melalui semua rekaman kamera keamanan. Mereka juga mewawancarai para petugas imigrasi yang membiarkan penumpang dengan paspor palsu itu lewat," ungkap seorang pejabat bandara.
“Dugaan sementara adalah para petugas bandara KL lengah saat melakukan pemeriksaan. Tapi, saya belum bisa mengatakan rincian lebih lanjut,” tambah pejabat tersebut, seperti dilansir Reuters, Minggu (9/3/2014).
Ditanya seberapa kuat para penyidik menduga adanya skenario teror di balik lolosnya orang-orang dengan paspor palsu tersebut, sumber tersebut belum bisa memastikannya.
"Ada indikasi awal, tapi itu terlalu dini. Siapa yang tahu apa yang terjadi pada pesawat itu. Tapi, kita menjaga pikiran kita tetap terbuka untuk segala kemungkinan," ungkap pejabat tersebut.
Pihak bandara sendiri menolak berkomentar mengenai dugaan tersebut. Namun, Perdana Menteri Najib Razak sebelumnya sudah memberikan indikasi, bahwa akan ada evaluasi terhadap petugas di bandara KL.
Peneliti Malaysia dibantu oleh FBI sedang menyelidiki identitas empat penumpang yang diduga menggunakan paspor palsu.
"Kami telah mengerahkan para peneyidik kita untuk melihat melalui semua rekaman kamera keamanan. Mereka juga mewawancarai para petugas imigrasi yang membiarkan penumpang dengan paspor palsu itu lewat," ungkap seorang pejabat bandara.
“Dugaan sementara adalah para petugas bandara KL lengah saat melakukan pemeriksaan. Tapi, saya belum bisa mengatakan rincian lebih lanjut,” tambah pejabat tersebut, seperti dilansir Reuters, Minggu (9/3/2014).
Ditanya seberapa kuat para penyidik menduga adanya skenario teror di balik lolosnya orang-orang dengan paspor palsu tersebut, sumber tersebut belum bisa memastikannya.
"Ada indikasi awal, tapi itu terlalu dini. Siapa yang tahu apa yang terjadi pada pesawat itu. Tapi, kita menjaga pikiran kita tetap terbuka untuk segala kemungkinan," ungkap pejabat tersebut.
Pihak bandara sendiri menolak berkomentar mengenai dugaan tersebut. Namun, Perdana Menteri Najib Razak sebelumnya sudah memberikan indikasi, bahwa akan ada evaluasi terhadap petugas di bandara KL.
(esn)