Sebelum hilang, tak ada panggilan darurat dari MH370
Minggu, 09 Maret 2014 - 15:39 WIB
Sebelum hilang, tak ada panggilan darurat dari MH370
A
A
A
Sindonews.com – Pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang pada Sabtu (8/3/2014) pagi, tak melayangkan panggilan darurat sebelum lenyap dari pantauan radar.
Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil Malaysia (DCA), Datuk Azharuddin Abdul Rahman menegaskan, bahwa pesawat itu menghilang dari deteksi radar pada sekitar pukul 1.30 waktu setempat, atau kira-kira satu jam setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
“Kami harus memverifikasi dengan pusat kontrol lalu lintas udara di negara-negara tetangga untuk mengkonfirmasi hilangnya pesawat tersebut. Itulah mengapa butuh beberapa waktu untuk membuat konfirmasi," ungkap Abdul Rahman.
Menurutnya, pesawat itu tidak mengalami masalah apapun sebelum akhirnya menara kontrol di Subang kehilangan kontak dengan pesawat tersebut. Sejumlah pakar penerbangan juga menyatakan keheranannya, mengapa MAS MH370 bisa lenyap tanpa jejak. Cuaca saat hilangnya MH370 dari pantauan radar juga dinyatakan sangat bagus.
"Sesuatu yang ekstrim dan tiba-tiba, bisa saja terjadi pada MH370. Ini bisa menghambat pilot membuat panggilan Mayday. Hal ini karena Boeing 777-200ER yang dilengkapi dengan Kontrol Percontohan Data Link (CPDLC), bisa mengumumkan keadaan darurat," kata seorang pengamat penerbangan Malaysia pada kantor berita Bernama.
Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil Malaysia (DCA), Datuk Azharuddin Abdul Rahman menegaskan, bahwa pesawat itu menghilang dari deteksi radar pada sekitar pukul 1.30 waktu setempat, atau kira-kira satu jam setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
“Kami harus memverifikasi dengan pusat kontrol lalu lintas udara di negara-negara tetangga untuk mengkonfirmasi hilangnya pesawat tersebut. Itulah mengapa butuh beberapa waktu untuk membuat konfirmasi," ungkap Abdul Rahman.
Menurutnya, pesawat itu tidak mengalami masalah apapun sebelum akhirnya menara kontrol di Subang kehilangan kontak dengan pesawat tersebut. Sejumlah pakar penerbangan juga menyatakan keheranannya, mengapa MAS MH370 bisa lenyap tanpa jejak. Cuaca saat hilangnya MH370 dari pantauan radar juga dinyatakan sangat bagus.
"Sesuatu yang ekstrim dan tiba-tiba, bisa saja terjadi pada MH370. Ini bisa menghambat pilot membuat panggilan Mayday. Hal ini karena Boeing 777-200ER yang dilengkapi dengan Kontrol Percontohan Data Link (CPDLC), bisa mengumumkan keadaan darurat," kata seorang pengamat penerbangan Malaysia pada kantor berita Bernama.
(esn)